Lomba Blog SLFI, Opini

Mapan Adalah Tampan Yang Sesungguhnya!

Buat yang masih single maupun sudah punya gandengan pun, menikah sekali untuk seumur hidup dan hidup berkeluarga, serba berkecukupan, langgeng sampai kakek nenek dan dikelilingin banyak cucu adalah salah satu impian dan komitmen seumur hidup yang ngga bisa di jalanin dengan main-main.

Sayangnya, banyak yang tidak punya perencanaan dan perhitungan untuk membiayai momen sakral itu. Untuk menikah dengan  resepsi di gedung lengkap dengan catering dan EO nya saja sudah harus mem-budget minimal sekian puluh juta. Setelah menikah juga sudah harus hidup mandiri, lepas dari subsidi orang tua.

Jadi harap maklum kalo banyak Pria, yang rela menunda menikah dan masih mengais rejeki hanya untuk menggelar pesta pernikahan impian dan hidup berkeluarga dengan serba kecukupan.

Mapan dulu atau menikah dulu?

Ini pertanyaan bernada ancaman yang sering terlontar umumnya dari mulut orang tua. Saya pun pernah ditodong pertanyaan seperti ini oleh pacar dan calon mertua saya. “Kapan kita nikah mas?” Sampai-sampai saya itu dibikin bingung, kenapa sih ingin sekali cepat-cepat dinikahi? Yang namanya menikah itu kan memang lah sebuah tujuan akhir, tapi bukan lantas dibuat seperti ajang lomba balap karung, yang harus cepet-cepet-an finish.

Para kaum Adam biasanya pro dengan pilihan menunggu mapan dahulu, karena para kaum Adam sebagai calon tulang punggung keluarga, dominan dengan pemikiran-pemikiran yang logis. Cari uang jaman sekarang saja sudah susah kok ya mau menghabiskan uang yang begitu banyak hanya untuk mengadakan sebuah pesta pernikahan, padahal setelah itu masih ada kehidupan baru lagi yang membutuhkan biaya, dan biaya itu mutlak butuh ke-stabil-an finansial.

Sebaliknya, para kaum hawa sudah bisa di pastikan, pada umumnya memilih untuk menikah dahulu. Berbeda dengan Pria, karena secara medis semakin tua usia wanita maka semakin tidak ideal, rahim wanita untuk mengandung anak. Di sisi lain, secara sosial katanya sih, Wanita Indonesia yang telat menikah ataupun terlalu lama melajang juga sering merasa malu menyandang predikat “ngga laku”, apalagi karena usia jalan terus namun status masih abu-abu.

Ganteng itu relatif, tapi mapan itu mutlak

Hidup berkecukupan menurut guru SD saya adalah yang cukup sandang, pangan dan papan. Namun bila di kaitkan dengan pernikahan dan hidup berkeluarga, persepsi mapan itu berubah menjadi yang minimal harus punya deposito, emas, mobil, rumah lengkap dengan swimming pool, karena ternyata hidup dengan “cukup” saja sekarang sudah tidak ideal lagi.

Kalau untuk saya pribadi, definisi mapan itu cukup sederhana, yaitu yang bisa hidup mandiri tanpa harus bergantung lagi dari uang jajan orang tua. Oleh karena itu memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap adalah dasar dari segala kemapanan. Selanjutnya tinggal bagaimana kita mengelola keadaan finansial kita agar lebih optimal, tentunya lebih stabil, sehingga mampu untuk mendapatkan persetujuan calon mertua untuk menikahi putrinya.

Target tinggi yang ditentukan oleh calon mertua, tidak boleh menjadi alasan kandasnya hubungan dengan pasangan. Mau gonta-ganti calon mertua, syarat utama untuk mempersunting anak perempuannya tetaplah sama. Mapan! Dan bila seorang Wanita menuntut pasangannya untuk segera di nikahi, janganlah merasa tertekan, anggap saja itu adalah sebuah motivasi buat para Pria untuk segera me-mapan-kan dirinya.

Ngga perlu mewah yang penting berkesan

Budaya di Indonesia telah memposisikan sebuah pesta pernikahan sebagai salah satu ajang prestisius dan untuk menonjolkan kelas sosial sebuah keluarga. Terutama untuk keluarga dari pasangan Wanita, mengingat biasanya yang memiliki hak prerogatif menentukan bagaimana wujud dari penyelenggaraan pesta tersebut, sedangkan dari pihak Pria biasanya hanya dimintai bantuan saja, atau kalau paling sial adalah justru menanggung seluruh biaya pesta tersebut.

Menabung untuk biaya pernikahan bisa menjadi salah satu alternatif dalam mempersiapkan budget pernikahan. Tidak peduli sudah punya pasangan atau masih menjomblo, mau pria ataupun wanita, bila sudah memiliki pekerjaan dengan penghasilan tetap, dan memang punya niat mulia untuk menikah, segeralah untuk menyisihkan sekitar 20 sampai 30 persen untuk ditabung.

Apalagi dengan maraknya industri perbankan yang menawarkan produk kredit tanpa agunan dengan persyaratan mudah, menjadi salah satu alternatif yang menggiurkan bagi calon pengantin untuk rela meminjam uang dalam jumlah besar untuk menikah demi mewujudkan momen impian sekali seumur hidup ini.

Pernikahan dengan bermodal cinta dan surat hutang di bank, jangan sampai membuat kehidupan berumah tangga pengantin baru harus di hantui para debt collector. Sudah gitu keadaan semakin diperparah dengan besan yang ikut-ikutan tidak akur perihal masalah pembagian yang menanggung hutang biaya pernikahan yang mewah tersebut. Memang nggak salah berhutang di bank, tetapi jadikan sebagai opsi terakhir.

Wedding itu cuman sehari, tapi Marriage itu seumur hidup

Sekali lagi, saya pribadi maklum, bila sebuah pernikahan idaman yang hanya sekali seumur hidup, patut dirayakan dengan megah. Namun yang perlu diingat adalah, masih banyak biaya yang harus dipikirkan selain biaya pesta nan megah tersebut. Bagaimana dengan tabungan untuk hari tua? Untuk jaminan kesehatan? Lalu persiapan untuk memiliki momongan? Belum lagi biaya pendidikan anak? Terus jangan lupa juga biaya untuk hidup sehari-hari?

Setiap orang butuh perencanaan keuangan yang baik jika ingin mendapatkan kehidupan yang baik di masa depan. Tidak peduli berapa pun besarnya penghasilan kita, banyak langkah yang dapat diambil untuk memanfaatkan semua harta kita dengan efisien dan memastikan kita memperoleh kemapanan finansial di masa datang.

PT Sun Life Financial Indonesia (Sun Life) sebagai salah satu organisasi jasa keuangan terkemuka di dunia, hadir dan ingin membantu keluarga Indonesia mencapai kesejahteraan dengan kemapanan finansial, dengan menyediakan program yang lengkap mulai dari produk-produk proteksi dan pengelolaan kekayaan, termasuk asuransi jiwa, pendidikan, kesehatan, dan perencanaan hari tua.

Semoga dengan hadirnya PT Sun Life Financial Indonesia (Sun Life) sebagai salah satu pemain utama di industri financial planner, mampu mengedukasi para generasi muda sedini mungkin dalam menyiapkan kemapanan finansial untuk mewujudkan pernikahan impiannya dan mempersiapkan dana untuk pernikahan yang terbebas dari hutang.

Tulisan ini di ikut sertakan dalam “Sun Anugerah Caraka – Kompetisi Menulis Blog 2015”

Iklan
Standar
Lomba Blog SLFI

Lebaran: Opor, Angpao, Mercon dan Pertanyaan-pertanyaan Template…

SLFI #LebihBaik

Meskipun saya sama Istri ngga ngerayain lebaran, tapi ya namanya tradisi ya? Apapun agamanya, kalo pas lebaran berarti ya tetep aja mudik.

Persiapan mudik saya sama Istri tahun ini sesungguhnya chaotic banget ya? La gimana coba, H-3 minggu eh agen bis langganan belum juga mulai jualan tiket mudik, katanya sih masih menunggu keputusan tuslah dari manajemennya, padahal kalo jualannya udah mepet-mepet hari H kan bisa jotos-jotosan antar calon penumpang gara-gara rebutan tiket. Ya udah deh, akhirnya H-1 minggu memutuskan untuk pulang naik mobil carteran saja, emang sih lebih mahal, tapi setidaknya ada kepastian bisa sampai di kampung kan ya?

Sudah gitu, saya dan istri mulai packing itu 2 hari sebelum berangkat, haha mungkin karena saking sibuknya sama kerjaan yang dituntut sebelum liburan target harus sudah tercapai. Dan yang bikin packing kali ini ribet karena kali ini ada tambahan 1 orang lagi yang perlengkapannya paling banyak dan paling ribet. Saya pikir, perlengkapannya Istri itu udah paling ribet loh, saya aja packing cukup 1 tas ransel, sedangkan istri bisa 2 tas jinjing, eh kok ya tambah lagi perlengkapannya putri kecil saya bisa 1 travel bag sendiri. Haduh? Untung deh akhirnya mudik naik mobil carteran, la ini bawaannya udah kayak orang mau transmigrasi aja.

Berangkat dari rumah itu H-5, berarti tanggal 14 agustus, tet jam 7 pagi begitu mobil carteran sudah nongol di depan rumah, saya sebagai bagian logistik langsung angkut barang-barang masuk bagasi, dan Istri malah enak-enakan selfie-selfie sama si kecil. Setelah narang-barang udah masuk bagasi langsung kita ngacir ke Kutoarjo. Dan seperti biasa karena belom sempet sarapan, ya mampir dulu di daerah magelang untuk sarapan kupat tahu asli khas magelang. Untunglah selama perjalanan kita ngga kejebak macet, dan ngga sering-sering berhenti pom bensin.

Sampai di kampung, yang telah memakan waktu perjalanan kurang lebih 4 jam, tau-tau aja udah disambut oleh mami di ambang pintu beserta minuman spesial dan ngga lupa dengan beberapa camilan khas pasar yang sudah di jereng di meja! Wah mami emang sip banget deh! Istri pun cipika-cipiki dengan mami dan saya pun cipika-cipiki dengan es jeruk dan jadah goreng.

Lebaran kali ini tentunya #LebihBaik

Tradisi lebaran di kampung yang khas itu selain lontong opor bikinan mami yang ekstra gurih itu, ada juga tradisi bagi-bagi angpao untuk ponakan-ponakan, beraneka ragam mercon yang berisik dan tentunya pertanyaan-pertanyaan template. Salah satunya:

“Kapan nikah?”

Gini ini nih pertanyaan yang sering di pecutin ke saya sama orang-orang di kampung, pas calon istri ngajakin saya ikutan mudik ke Kutoarjo beberapa tahun silam. Ya sebenernya bukan calon istri yang ngajak sih, tapi saya aja yang insists, yang emang agak memaksa calon istri untuk ngajakin saya ke Kutoarjo. Kapan lagi kan bisa liburan? Anak kantoran kayak saya gini kalo pas suasana cuti ato lebaran juga paling ngabisin waktu di mol, sekali-sekali kan pengen juga liat pohon, lihat sawah, liat kodok atopun liat bebek di kampung.

Lebaran Lebih Baik, Dulu sering ditanya kapan kawin? Sekarang balik nanya, mau cucu berapa?

Tapi kali ini ngga mungkin dong pertanyaan template ini ditanyakan lagi, yang ada juga saya dong yang balik tanya…

Mau order cucu berapa?

Haha!

Iya ini pengalaman pertama buat si kecil ikutan mudik ke kampung. Apalagi ya, yang namanya eyang, kalo kedatangan cucu nya ya pasti happy banget lah. Segala jenis makanan yang sudah di siapkan untuk si kecil, sontak langsung di sajikan, dan tentu saja langsung di embat sama Papahnya. Si kecil juga betah banget mah dia di kampung, banyak sodara-sodaranya, suasana juga ganti, apalagi cuacanya yang sejuk bisa bikin menambah nikmatnya kruntelan di kasur sambil narik selimut sampe sedagu ditemani dengan musik rock n roll.

Mumpung di kampung, sekalian aja ada beberapa agenda yang harus segera di selesaikan, misalnya acara memutasi SIM nya Istri dari Kutoarjo ke Semarang, mengingat sekarang Istri KTP nya udah resmi warga Semarang, juga nyekar ke makamnya eyang akung – sayang banget ya, papi udah di panggil duluan, padahal belom sempet ngeliatin si kecil tambah gede. Tapi selebihnya ya tetep aja, hari-hari liburan di kampung rata-rata hanya di isi kegiatan makan dan tidur saja, pantesan aja mendadak saya langsung OPORDosis dan perut ini lebar-an di saat masa lebaran.

Dan malam yang paling di nanti adalah malam takbiran. Setelah Istri dan si Kecil udah molor di kasur, saya dan beberapa teman memilih keluar menuju tanah lapang di depan rumah untuk meng-asik-an diri dengan mercon yang udah kita borong di alun-alun.

Darrrrr dorrrrrr blarrrrrrrrrrrr!!!!

Suara mercon kayak berbalas pantun aja, soalnya saut-saut-an sih! Untungnya istri dan si kecil tetep terlelap dan ngga terganggu dengan menggelegarnya suara mercon di langit.

Wah pokoknya lebaran kali ini #LebihBaik banget, suasananya meriah banget deh! Apalagi katanya salat Id yang diadakan di alun-alun Kutoarjo, kedatangan tamu spesial yaitu ada Pak Ganjar Pranowo, gubernur Jawa Tengah yang ternyata tahun ini, menyempatkan diri untuk mudik ke kampung. Sayang banget ngga bisa ngajak foto bareng sama gubernur rock-n-roll favorit orang jawa tengah.

Aah sekian dulu ya postingannya, saya sih pengen banget semoga lebaran tahun depan juga #LebihBaik dari yang sekarang ini.

Standar
Lomba Blog SLFI

Jurus 3P Dalam Mengelola Finasial Rumah Tangga

Mengelola Keuangan Rumah Tanggan dengan Jurus 3P: Pembayaran, Peningkatan dan Perlindungan!

Mengelola Keuangan Rumah Tangga

Masih inget banget di pikiran saya, dulu pas masih jomblo atau pacaran, meskipun saya cuman seorang karyawan kantor dengan gaji yang pas-pas-an, tapi yang namanya tabungan ataupun dompet itu selalu penuh. La gimana ngga penuh? Saya aja makan-tidur tiap hari masih nebeng orang tua, makanya transferan gaji dari kantor itu pasti utuh, kalopun berkurang itupun paling dipake buat hura-hura ato ngga buat pacaran. 

Nah kejadiannya itu pas setelah married, mungkin ini karma juga ya buat saya ya? Baru deh mulai kerasa yang namanya dompet itu kok cepat banget tipisnya, tabungan juga rasanya kayak bocor gitu, gaji dari kantor juga kok ya cuman permisi numpang lewat aja ya?

Ternyata kebiasaan-kebiasaan saya sama si Mamah pas jaman pacaran, masih aja kebawa pas kita berdua awal-awal married. Si Mamah aja yang begitu lihat barang diskonan dan Sale yang asoy banget aja bawaan nya gelap mata, terus ujung-ujungnya ya cuman di simpen aja tuh di lemari. Ya ngga beda jauh juga dengan saya, bawaannya pengen jalan-jalan kesana, makan yang enak-enak aja berdua di restoran ini, sampe-sampe lupa kalo sekarang tinggalnya udah ngga nebeng ortu lagi, jadinya udah punya kewajibah tagihan rutin yang harus di bayar tiap bulannya..

Setelah kena batunya ngerasain tagihan membludak sementara saving devisit habis-habisan, barulah kita berdua ngerti artinya hidup hemat. Sebenernya hidup hemat itu sendiri ngga cukup, tapi harus di barengin juga sama yang namanya perencanaan dan pengelolaan keuangan rumah tangga dengan bijak, ngga harus tepat – yang penting bijaksana saja dengan uang.

Mengelola keuangan rumah tangga itu mutlak di lakukan oleh suami dan istri. Namanya saja hidup ber-rumah tangga, maka situasi dan kondisi finansial di rumah ya jadi tanggung jawab bersama dong, Jangan sampai kita berdua salah ngatur, akhirnya membuat APBRT – Anggaran Pendapatan dan Belanja Rumah Tangga sampe defisit bahkan sampe ngutang sama orang tua ataopun mertua, malu kan?

Untuk mengelola keuangan rumah tangga ini sebenernya gampang-gampang-susah, karena butuh perencanaan yang mateng dan konsistensi dalam melaksanaannya. Maka dari itu, saya dan istri mengembangkan jurus 3P ini. Jurus 3P andalan yang saya maksut adalah PENGELUARAN, PENINGKATAN dan PERLINDUNGAN.

PENGELUARAN: Bijak dengan pengeluaran. Siapkan anggaran dan belajarlah berhemat.

SIapkan Anggaran Pengeluaran Rutin! Sumber: Facebook SunLife Indonesia

SIapkan Anggaran Pengeluaran Rutin! Sumber: Facebook SunLife Indonesia

Namanya saja “tagihan”, tagihan itu kan adalah kewajiban yang harus segera dilunasi kan? Makanya tagihan itu patut di cermati dalam pengelolaan keuangan rumah tangga. Sebab, tagihan adalah salah satu pengeluaran yang “wajib” dan bila tidak di selesaikan, efeknya adalah akan terkena sangsi, bisa dikenakan denda – yang hanya akan menambah pengeluaran lagi, atau dengan pemberhentian atau pemutusan hubungan layanan, bisa juga sampai didatengin debt collector lo? Serem kan?

Cara mengelola pengeluaran ini gampang kok, cuman butuh niat, kertas dan pensil saja. Jadi setiap kali kita mengeluarkan uang untuk tagihan tertentu, coba deh di niatin untuk bikin catatan di kertas, bulan ini sudah keluar uang berapa dan buat apa saja. Lalu, apakah termasuk pengeluaran rutin tiap bulan atau hanya insidentil saja. Dan jangan lupa untuk menganggarkan pengeluaran rutin untuk bulan depan berdasarkan pengeluaran bulan ini.

Tujuan utamanya nyatetin pengeluarin kayak gini sebenernya cuman supaya kita tau kok dimana letak borosnya dan supaya bisa di kurangin pelan-pelan. Banyak lo yang setelah pengeluaran di catetin baru sadar kalo selama sebulan ini banyak juga ngeluarin uang buat yang ngga penting-penting. Seperti Istri saya, yang ternyata baru sadar kalo kita berdua keseringan beli makan di luar, sementara kalo masak sendiri di rumah ternyata jatuhnya lumayan bisa berhemat. Mungkin karena “ingin” saya dan istri terlalu di dahulukan ketimbang “butuh” ya?

Untuk mensiasati tagihan yang menggunung ini ya salah satunya harus hemat, hemat disini bukan berarti pelit ataupun ngirit loh ya? Jangan sampe hanya demi hemat lalu tiap akhir bulan makanan pokoknya berubah, dari yang biasanya nasi malah jadi mi instan. Boros boleh kok selama manfaatnya itu ada, kalo ngga penting ya ngga usah. Boros yang bermanfaat itu ya kayak dipakai buat investasi ataupun untuk proteksi dengan asuransi dong. Yang perlu di ingat di sini adalah, prioritaskan yang “wajib” lalu dahulukan “butuh” dan menahan “ingin”.

Dan agar tagihan-tagihan itu lunas tepat waktu, saya menggunakan fasilitas autodebet dari rekening tabungan saya. Jadi otomatis begitu masanya gajian, langsung di autodebet oleh bank untuk membayar tagihan-tagihan rutin tadi. Sisa gajinya bisa di pakai buat keperluan lainnya yang tidak bisa di autodebet secara langsung, misalnya? Belanja bulanan nya si Mamah di pasar, sampai dengan uang arisan bapak-bapak RT, ataupun di biarkan mengendap sebagai tabungan.

Jadi trik saya dalam mengelola pengeluaran ini adalah menyiapkan anggaran, hemat dalam pengeluaran dan melunasi tagihan tepat waktu.

PENINGKATAN: Cari tambahan pemasukan dari sisi lain, diluar pendapatan utama (gaji).

Ini Contoh Investasi yaitu Logam Mulia atau Emas!

Ini Contoh Investasi yaitu Logam Mulia atau Emas!

Ya ayo jujur-jujuran deh, siapa yang merasa gaji kantorannya tiap bulan selalu kurang? Banyak!

Termasuk saya!

Iya, karena di saat-saat seperti ini, yang namanya kebutuhan itu semakin bertambah. Apalagi dengan kehadiran si kecil di keluarga kami, yang namanya pengeluaran biasanya cuman buat ber-dua – saya dan istri ini jadi tambah satu lagi. Otomatis untuk mencegah bertambahnya biaya hidup keluarga, bila dengan trik mengurangi pengeluaran dengan cara berhemat itu sudah ngga mempan, maka tidak ada cara lain selain menambah pemasukan. Salah satu caranya ya dengan ber-investasi.

Kenapa sih harus investasi? Karena investasi ini paling mudah di lakukan, ngga harus butuh modal besar, bisa dilakukan di rumah, dan investasi juga bila di garap dengan serius bisa jadi juga keuntungannya melebihi gaji kantoran anda lo. Lagian, katanya om Safir Senduk, “Orang kaya itu bukan yang gajinya banyak tapi yang investasinya dimana-mana”. Oleh karena itu carilah investasi yang sekiranya menguntungkan, dan tentunya harus halal lo! Jangan juga mudah terpengaruh pada investasi yang katanya return nya besar dan cepat, apalagi yang menjanjikan tanpa resiko karena sudah bisa di pastikan ini adalah jenis investasi abal-abal, bodong dan tipu-tipu.

Buat mereka yang pengen banget segera merasakan hasilnya, bisa mencoba dengan investasi jangka pendek. Tapi ya harap maklum, namanya juga jangka pendek, karena perputaran pengembalian modalnya cepet berarti hasil yang di terima juga ngga besar-besar amat. Investasi jangka pendek yang paling umum adalah tabungan ataupun deposito yang jangka waktunya bisa di bawah 1 tahun. Emas dan logam mulia, juga bisa dijadikan investasi jangka pendek loh – mengingat nilainya yang fluktuatif setiap hari.

Sebaliknya, jika anda sabar menanti kembali modal dengan harapan hasil yang diterima juga besar, maka cocoklah anda untuk memilih investasi jangka panjang. Contoh investasi jangka panjang itu antara lain kayak reksadana, saham ataupun investasi di properti, entah itu tanah ataupun rumah. Tabungan di bank pun ada lo yang bisa di jadikan investasi jangka panjang, misalnya tabungan rencana yang mengharuskan tidak boleh ditarikin uangnya sebelum jatuh tempo sekian periode, ataupun tabungan pensiun yang hanya bisa di ambil pada saat usia pensiun.

Saya pribadi sih standar aja, untuk jangka pendek cuman buka deposito dan investasi emas saja. Dan untuk jangka panjang, juga udah saya perhitungkan dari sekarang dengan membuka rekening dana pensiun di bank pelat merah. Bahkan investasi untuk anak saya juga sudah saya siapkan loh, yaitu dengan tabungan rencana pendidikan – toh mumpung saya masih muda dan produktif apalagi biaya masuk sekolah sekarang ini udah ngga murah loh, makanya di tabung mulai sekarang biar besok-besok hasilnya lumayan buat sekolah anak.

PERLINDUNGAN: Lindungi aset berharga dari resiko yang tidak terduga.

Asuransi adalah Salah Satu Bentuk Perlindungan

Asuransi adalah Salah Satu Bentuk Perlindungan

Yang saya maksut aset berharga itu ngga cuman kayak mobil, rumah beserta isinya, sampai dengan harta benda yang tak ternilai harganya. Ada lo yang lebih berharga? Mau tahu? Ya contoh, kesehatanmu sendiri dong?

Banyak lo yang beranggapan Asuransi itu ngga penting sudah gitu preminya mahal, bikin boros, cuman nambah-nambah pengeluaran saja! Sebentar, coba di pikir dulu, gunanya asuransi itu bukan buat investasi, tapi buat proteksi. Melindungi dari apa? Dari kejadian-kejadian yang tidak terduga dong, kayak kehilangan, kerusakan, sakit sampai dengan kematian. Ya meskipun ada juga sih asuransi yang selain untuk proteksi juga sebagai investasi.

Sekarang gini deh, kalo teman mu ada yang ngasih saran mending uang bayar premi nya di pakai buat investasi saja, coba besok kalo kamu sakit, teman mu itu mau ngasih kamu uang berapa buat mbayarin biaya pengobatan mu? Terus kalo tiba-tiba kamu meninggal, yang mau menafkahin anak-istrimu siapa? Temanmu itu tadi?

Sekarang apa gunanya tabungan banyak dan investasi menguntungkan bila semuanya terkuras habis hanya untuk membayar pengobatan di rumah sakit? Ya to? Nah di sini ini kadang-kadang tuh ya, orang baru mikir “kok ngga pake asuransi dari dulu ya?”. Nyeselnya di belakang kan? Nah makanya untuk jurus 3P untuk P yang terakhir ini adalah P yang terpenting, yaitu Perlindungan. Segeralah ber-asuransi se dini mungkin, karena yang namanya resiko itu kan ngga bisa di tebak.

Sedikit tips untuk mencari agen asuransi, carilah yang nawarin produknya bener-bener sesuai dengan kebutuhan mu, cari juga asuransi yang besar dan kuat, yang bener-bener udah punya nama besar dan reputasi baik apalagi yang udah memperoleh banyak penghargaan, yang agen nya dan distribusinya luas, dan jangan sekali-sekali hanya sekedar mencari agen asuransi yang asal memberikan premi murah.

Saya sendiri mempercayakannya ke SunLife Finansial Indonesia yang kebetulan bekerja sama dengan salah satu bank tanah air kepercayaan saya. Produknya juga sangat sesuai dengan kebutuhan saya, pembayaran preminya juga mudah – cukup dengan autodebet saja, jadi saya ngga lupa bayar premi, sudah gitu customer care nya sangat informatif dan sangat mudah untuk dihubungi, bisa lewat facebook,, twitter, email ataupun telepon – eh ada loh asuransi yang bisanya cuman njual produk saja tapi saat dibutuhin tau-tau sulit dihubungin.

Buat yang ngga tahu, Sun Life Financial adalah organisasi jasa keuangan internasional terkemuka yang markas besarnya itu di Canada, dan banyak banget mitra kerja nya yang tersebar di seluruh dunia, ada di Amerika Serikat, Inggris, Irlandia, Hong Kong, Filipina, Jepang, Indonesia, India, China, Malaysia, Vietnam dan Bermuda. Nah di Indonesia sendiri SLFI menyediakan aneka produk asuransi dan wealth management untuk nasabah individu dan korporat yang di dukung dengan distribusi agen dan mitra nya tersebar di 58 kota di Indonesia

Nah untuk menutup artikel ini akan saya review sedikit, mengenai jurus andalan saya, yaitu bijak dalam PENGELUARAN dan bayarlah tagihan tepat waktu, jangan lupa untuk mengusahakan PENINGKATAN pendapatan, dan yang terpenting adalah PERLINDUNGAN aset-aset berharga kita dari resiko yang ngga bisa di duga. Ya itu saja dari saya ya, semoga berkenan untuk di praktekan, dan bila ada kritik atau saran boleh lah untuk di share kan ya?

Standar