Jurus 3P Dalam Mengelola Finasial Rumah Tangga

Mengelola Keuangan Rumah Tanggan dengan Jurus 3P: Pembayaran, Peningkatan dan Perlindungan!
Mengelola Keuangan Rumah Tangga

Masih inget banget di pikiran saya, dulu pas masih jomblo atau pacaran, meskipun saya cuman seorang karyawan kantor dengan gaji yang pas-pas-an, tapi yang namanya tabungan ataupun dompet itu selalu penuh. La gimana ngga penuh? Saya aja makan-tidur tiap hari masih nebeng orang tua, makanya transferan gaji dari kantor itu pasti utuh, kalopun berkurang itupun paling dipake buat hura-hura ato ngga buat pacaran. 

Nah kejadiannya itu pas setelah married, mungkin ini karma juga ya buat saya ya? Baru deh mulai kerasa yang namanya dompet itu kok cepat banget tipisnya, tabungan juga rasanya kayak bocor gitu, gaji dari kantor juga kok ya cuman permisi numpang lewat aja ya?

Ternyata kebiasaan-kebiasaan saya sama si Mamah pas jaman pacaran, masih aja kebawa pas kita berdua awal-awal married. Si Mamah aja yang begitu lihat barang diskonan dan Sale yang asoy banget aja bawaan nya gelap mata, terus ujung-ujungnya ya cuman di simpen aja tuh di lemari. Ya ngga beda jauh juga dengan saya, bawaannya pengen jalan-jalan kesana, makan yang enak-enak aja berdua di restoran ini, sampe-sampe lupa kalo sekarang tinggalnya udah ngga nebeng ortu lagi, jadinya udah punya kewajibah tagihan rutin yang harus di bayar tiap bulannya..

Setelah kena batunya ngerasain tagihan membludak sementara saving devisit habis-habisan, barulah kita berdua ngerti artinya hidup hemat. Sebenernya hidup hemat itu sendiri ngga cukup, tapi harus di barengin juga sama yang namanya perencanaan dan pengelolaan keuangan rumah tangga dengan bijak, ngga harus tepat – yang penting bijaksana saja dengan uang.

Mengelola keuangan rumah tangga itu mutlak di lakukan oleh suami dan istri. Namanya saja hidup ber-rumah tangga, maka situasi dan kondisi finansial di rumah ya jadi tanggung jawab bersama dong, Jangan sampai kita berdua salah ngatur, akhirnya membuat APBRT – Anggaran Pendapatan dan Belanja Rumah Tangga sampe defisit bahkan sampe ngutang sama orang tua ataopun mertua, malu kan?

Untuk mengelola keuangan rumah tangga ini sebenernya gampang-gampang-susah, karena butuh perencanaan yang mateng dan konsistensi dalam melaksanaannya. Maka dari itu, saya dan istri mengembangkan jurus 3P ini. Jurus 3P andalan yang saya maksut adalah PENGELUARAN, PENINGKATAN dan PERLINDUNGAN.

PENGELUARAN: Bijak dengan pengeluaran. Siapkan anggaran dan belajarlah berhemat.

SIapkan Anggaran Pengeluaran Rutin! Sumber: Facebook SunLife Indonesia
SIapkan Anggaran Pengeluaran Rutin! Sumber: Facebook SunLife Indonesia

Namanya saja “tagihan”, tagihan itu kan adalah kewajiban yang harus segera dilunasi kan? Makanya tagihan itu patut di cermati dalam pengelolaan keuangan rumah tangga. Sebab, tagihan adalah salah satu pengeluaran yang “wajib” dan bila tidak di selesaikan, efeknya adalah akan terkena sangsi, bisa dikenakan denda – yang hanya akan menambah pengeluaran lagi, atau dengan pemberhentian atau pemutusan hubungan layanan, bisa juga sampai didatengin debt collector lo? Serem kan?

Cara mengelola pengeluaran ini gampang kok, cuman butuh niat, kertas dan pensil saja. Jadi setiap kali kita mengeluarkan uang untuk tagihan tertentu, coba deh di niatin untuk bikin catatan di kertas, bulan ini sudah keluar uang berapa dan buat apa saja. Lalu, apakah termasuk pengeluaran rutin tiap bulan atau hanya insidentil saja. Dan jangan lupa untuk menganggarkan pengeluaran rutin untuk bulan depan berdasarkan pengeluaran bulan ini.

Tujuan utamanya nyatetin pengeluarin kayak gini sebenernya cuman supaya kita tau kok dimana letak borosnya dan supaya bisa di kurangin pelan-pelan. Banyak lo yang setelah pengeluaran di catetin baru sadar kalo selama sebulan ini banyak juga ngeluarin uang buat yang ngga penting-penting. Seperti Istri saya, yang ternyata baru sadar kalo kita berdua keseringan beli makan di luar, sementara kalo masak sendiri di rumah ternyata jatuhnya lumayan bisa berhemat. Mungkin karena “ingin” saya dan istri terlalu di dahulukan ketimbang “butuh” ya?

Untuk mensiasati tagihan yang menggunung ini ya salah satunya harus hemat, hemat disini bukan berarti pelit ataupun ngirit loh ya? Jangan sampe hanya demi hemat lalu tiap akhir bulan makanan pokoknya berubah, dari yang biasanya nasi malah jadi mi instan. Boros boleh kok selama manfaatnya itu ada, kalo ngga penting ya ngga usah. Boros yang bermanfaat itu ya kayak dipakai buat investasi ataupun untuk proteksi dengan asuransi dong. Yang perlu di ingat di sini adalah, prioritaskan yang “wajib” lalu dahulukan “butuh” dan menahan “ingin”.

Dan agar tagihan-tagihan itu lunas tepat waktu, saya menggunakan fasilitas autodebet dari rekening tabungan saya. Jadi otomatis begitu masanya gajian, langsung di autodebet oleh bank untuk membayar tagihan-tagihan rutin tadi. Sisa gajinya bisa di pakai buat keperluan lainnya yang tidak bisa di autodebet secara langsung, misalnya? Belanja bulanan nya si Mamah di pasar, sampai dengan uang arisan bapak-bapak RT, ataupun di biarkan mengendap sebagai tabungan.

Jadi trik saya dalam mengelola pengeluaran ini adalah menyiapkan anggaran, hemat dalam pengeluaran dan melunasi tagihan tepat waktu.

PENINGKATAN: Cari tambahan pemasukan dari sisi lain, diluar pendapatan utama (gaji).

Ini Contoh Investasi yaitu Logam Mulia atau Emas!
Ini Contoh Investasi yaitu Logam Mulia atau Emas!

Ya ayo jujur-jujuran deh, siapa yang merasa gaji kantorannya tiap bulan selalu kurang? Banyak!

Termasuk saya!

Iya, karena di saat-saat seperti ini, yang namanya kebutuhan itu semakin bertambah. Apalagi dengan kehadiran si kecil di keluarga kami, yang namanya pengeluaran biasanya cuman buat ber-dua – saya dan istri ini jadi tambah satu lagi. Otomatis untuk mencegah bertambahnya biaya hidup keluarga, bila dengan trik mengurangi pengeluaran dengan cara berhemat itu sudah ngga mempan, maka tidak ada cara lain selain menambah pemasukan. Salah satu caranya ya dengan ber-investasi.

Kenapa sih harus investasi? Karena investasi ini paling mudah di lakukan, ngga harus butuh modal besar, bisa dilakukan di rumah, dan investasi juga bila di garap dengan serius bisa jadi juga keuntungannya melebihi gaji kantoran anda lo. Lagian, katanya om Safir Senduk, “Orang kaya itu bukan yang gajinya banyak tapi yang investasinya dimana-mana”. Oleh karena itu carilah investasi yang sekiranya menguntungkan, dan tentunya harus halal lo! Jangan juga mudah terpengaruh pada investasi yang katanya return nya besar dan cepat, apalagi yang menjanjikan tanpa resiko karena sudah bisa di pastikan ini adalah jenis investasi abal-abal, bodong dan tipu-tipu.

Buat mereka yang pengen banget segera merasakan hasilnya, bisa mencoba dengan investasi jangka pendek. Tapi ya harap maklum, namanya juga jangka pendek, karena perputaran pengembalian modalnya cepet berarti hasil yang di terima juga ngga besar-besar amat. Investasi jangka pendek yang paling umum adalah tabungan ataupun deposito yang jangka waktunya bisa di bawah 1 tahun. Emas dan logam mulia, juga bisa dijadikan investasi jangka pendek loh – mengingat nilainya yang fluktuatif setiap hari.

Sebaliknya, jika anda sabar menanti kembali modal dengan harapan hasil yang diterima juga besar, maka cocoklah anda untuk memilih investasi jangka panjang. Contoh investasi jangka panjang itu antara lain kayak reksadana, saham ataupun investasi di properti, entah itu tanah ataupun rumah. Tabungan di bank pun ada lo yang bisa di jadikan investasi jangka panjang, misalnya tabungan rencana yang mengharuskan tidak boleh ditarikin uangnya sebelum jatuh tempo sekian periode, ataupun tabungan pensiun yang hanya bisa di ambil pada saat usia pensiun.

Saya pribadi sih standar aja, untuk jangka pendek cuman buka deposito dan investasi emas saja. Dan untuk jangka panjang, juga udah saya perhitungkan dari sekarang dengan membuka rekening dana pensiun di bank pelat merah. Bahkan investasi untuk anak saya juga sudah saya siapkan loh, yaitu dengan tabungan rencana pendidikan – toh mumpung saya masih muda dan produktif apalagi biaya masuk sekolah sekarang ini udah ngga murah loh, makanya di tabung mulai sekarang biar besok-besok hasilnya lumayan buat sekolah anak.

PERLINDUNGAN: Lindungi aset berharga dari resiko yang tidak terduga.

Asuransi adalah Salah Satu Bentuk Perlindungan
Asuransi adalah Salah Satu Bentuk Perlindungan

Yang saya maksut aset berharga itu ngga cuman kayak mobil, rumah beserta isinya, sampai dengan harta benda yang tak ternilai harganya. Ada lo yang lebih berharga? Mau tahu? Ya contoh, kesehatanmu sendiri dong?

Banyak lo yang beranggapan Asuransi itu ngga penting sudah gitu preminya mahal, bikin boros, cuman nambah-nambah pengeluaran saja! Sebentar, coba di pikir dulu, gunanya asuransi itu bukan buat investasi, tapi buat proteksi. Melindungi dari apa? Dari kejadian-kejadian yang tidak terduga dong, kayak kehilangan, kerusakan, sakit sampai dengan kematian. Ya meskipun ada juga sih asuransi yang selain untuk proteksi juga sebagai investasi.

Sekarang gini deh, kalo teman mu ada yang ngasih saran mending uang bayar premi nya di pakai buat investasi saja, coba besok kalo kamu sakit, teman mu itu mau ngasih kamu uang berapa buat mbayarin biaya pengobatan mu? Terus kalo tiba-tiba kamu meninggal, yang mau menafkahin anak-istrimu siapa? Temanmu itu tadi?

Sekarang apa gunanya tabungan banyak dan investasi menguntungkan bila semuanya terkuras habis hanya untuk membayar pengobatan di rumah sakit? Ya to? Nah di sini ini kadang-kadang tuh ya, orang baru mikir “kok ngga pake asuransi dari dulu ya?”. Nyeselnya di belakang kan? Nah makanya untuk jurus 3P untuk P yang terakhir ini adalah P yang terpenting, yaitu Perlindungan. Segeralah ber-asuransi se dini mungkin, karena yang namanya resiko itu kan ngga bisa di tebak.

Sedikit tips untuk mencari agen asuransi, carilah yang nawarin produknya bener-bener sesuai dengan kebutuhan mu, cari juga asuransi yang besar dan kuat, yang bener-bener udah punya nama besar dan reputasi baik apalagi yang udah memperoleh banyak penghargaan, yang agen nya dan distribusinya luas, dan jangan sekali-sekali hanya sekedar mencari agen asuransi yang asal memberikan premi murah.

Saya sendiri mempercayakannya ke SunLife Finansial Indonesia yang kebetulan bekerja sama dengan salah satu bank tanah air kepercayaan saya. Produknya juga sangat sesuai dengan kebutuhan saya, pembayaran preminya juga mudah – cukup dengan autodebet saja, jadi saya ngga lupa bayar premi, sudah gitu customer care nya sangat informatif dan sangat mudah untuk dihubungi, bisa lewat facebook,, twitter, email ataupun telepon – eh ada loh asuransi yang bisanya cuman njual produk saja tapi saat dibutuhin tau-tau sulit dihubungin.

Buat yang ngga tahu, Sun Life Financial adalah organisasi jasa keuangan internasional terkemuka yang markas besarnya itu di Canada, dan banyak banget mitra kerja nya yang tersebar di seluruh dunia, ada di Amerika Serikat, Inggris, Irlandia, Hong Kong, Filipina, Jepang, Indonesia, India, China, Malaysia, Vietnam dan Bermuda. Nah di Indonesia sendiri SLFI menyediakan aneka produk asuransi dan wealth management untuk nasabah individu dan korporat yang di dukung dengan distribusi agen dan mitra nya tersebar di 58 kota di Indonesia

Nah untuk menutup artikel ini akan saya review sedikit, mengenai jurus andalan saya, yaitu bijak dalam PENGELUARAN dan bayarlah tagihan tepat waktu, jangan lupa untuk mengusahakan PENINGKATAN pendapatan, dan yang terpenting adalah PERLINDUNGAN aset-aset berharga kita dari resiko yang ngga bisa di duga. Ya itu saja dari saya ya, semoga berkenan untuk di praktekan, dan bila ada kritik atau saran boleh lah untuk di share kan ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s