Pengalaman Mencairkan JHT di BPJS Ketenagakerjaan / Jamsostek Semarang

Ini BPJS Ketenagakerjaan Cabang Smearang
Ini BPJS Ketenagakerjaan Cabang Smearang

Halo, guten morgen epribadi… Ini saya mau share aja pengalaman proses pencairan saldo JHT di Jamsostek yang udah beralih nama menjadi BPJS Ketenagakerjaan di cabang Semarang oleh istri tercinta saya.

Sedikit intermezo ya, kebetulan istri saya sudah beralih profesi dari kepalanya kolektor di salah satu perusahaan Fast Moving Consumer Goods (FMCG) menjadi ibu rumah tangga, maka penghasilan keluarga yang biasanya bisa plus-plus itu jadi agak berkurang. Terus karena inget masih punya saldo JHT di BPJS, maka berniat untuk mencairkan saja.

Niatan ini sudah ada sejak awal Januari, apalagi semenjak si kecil lahir, ya bukan apa-apa sih, tabungan emang dan gaji saya sebagai kepala keluarga emang masih mencukupi buat ngidupin satu keluarga, tapi kan ya tetep aja, saldonya lumayan buat nambah-nambah beli susu nya si kecil.

Yang jadi masalah adalah karena aturannya waktu itu adalah masa kepesrtaan adalah 5 tahun plus masa tunggu 1 bulan, sedangkan istri saya resign sekitaran november, berarti istri saya baru jadi anggota 5 tahun kurang 6 bulan, jadinya bisa ngajuin cair itu sekitar bulan mei atau awal juni.

Nah salahnya kita juga sih, nunda-nunda waktu, jadinya niatan mau jalan ke BPJS itu mundur-mundur terus, sampe sekitaran awal juli, dimana aturan BPJS terbaru yang katanya JHT hanya bisa cair pas umur 56 tahun atau bisa cair 10% dengan masa kepesertaan minimal 10 tahun sudah berlaku.

Ya terang aja saya sampe istri kaget, tiwas di tunggu-tunggu, eh malah terancam batal cair deh JTH nya. Bahkan di dunia maya ampe muncul petisi online “Petisi Tolak Aturan Baru BPJS Ketenagakerjaan” saya dan istri pun bela-bela-in tanda tangan petisi ini.

Kalo denger penjelasannya pak Menteri Tenaga Kerja, yang mengatakan JHT itu untuk hari tua, ya sebenernya sih pak Menteri ngga salah, namanya aja “Jaminan Hari Tua”, ya bisa diambilnya nanti kalo udah tua dong, pas usia sudah tidak produktif dan ngga ada penghasilan juga. Sedangkan kalo kena PHK atau resign dari job ya ngandalin kompensasi  PHK itu sendiri, ataupun dari uang tabungan.

Cuman ya sayangnya itu kok aturannya langsung diterapkan tanpa masa transisi.

Ya singkat cerita, setelah di komplain sana-sini, akhirnya pak Jokowi pun merevisi aturan tersebut, dan karena saya dan istri ngga tahu kapan aturan baru setelah di revisi itu berlaku, maka iseng-iseng aja Istri melenggang ke BPJS Ketenagakerjaan Semarang yang beralamat di Jl. Pemuda 130 Semarang untuk mencoba peruntungan mencairkan saldo JHT yang lumayan itu.

Nah sebelum sampai di TKP, perlu diperhatikan untuk menyiapkan alat tulis, uang jajan secukupnya, cemilan (disarankan sih roti, tapi kalo mau bawa nasi ya silahkan aja), dan dokumen-dokumen pendukungnya dari rumah.

Antara lain, fotocopy KTP, KK dan kartu Jamsostek masing-masing 1 lembar, asli nya juga jangan lupa di bawa, terus fotocopy buku tabungan bila menginginkan pencairan saldo JHT nya melalui transfer bank, satu atau dua lembar materai 6ribuan, bolpoin jangan lupa, dan ini nih yang penting: surat referensi atau pengalaman kerja atau surat keterangan pernah bekerja dari perusahaan.

Nah begitu mau masuk ke gedung BPJS Ketenagakerjaan, satpam pun menyambut dengan ramah… “Selamat pagi Ibu, bisa di bantu?” Iya, ngglinding lah ke BPJS Ketenagakerjaan sepagi mungkin, sebab bisa di pastikan kalo siangan dikit, gedung ini penuh dengan manusia yang ingin mencairkan JHT juga.

“Mau mencairkan JHT pak…”

Ke loket pengambilan dan pengisian formulir dulu bos...
Ke loket pengambilan dan pengisian formulir dulu bos…

Kemudian pak Satpam yang baik hati langsung mengarahkan istri saya ke loket pengambilan formulir Permintaan Pembayaran Jaminan Hari Tua dan Surat Pernyataan Belum Pernah Menerima Pembayaran Jaminan Hari Tua, nah ini silahkan di isi dulu dua formulirnya. Isiannya sih standar aja, kayak ada data dirinya, alasan pencairan sampe dengan checklist dokumen pendukung, jangan lupa materai tempel 6ribu dan tanda tangan.

Pada waktu itu adalah hari jumat tanggal 31 Juli 2015, istri saya memilih metode pencairan JHT nya di transfer saja ke rekening karena males ngantongin duit yang berlembar-lembar banyaknya. Tapi sayangnya, menurut customer service nya, untuk proses pencairan melalui transfer, karena besok adalah hari sabtu, maka baru bisa di proses hari senin nya, dan itupun karena sudah masuk bulan agustus, yang menurut customer servicenya adalah berakhirnya masa transisi peraturan lama ke peraturan baru.

Whaaaat? Berarti kalo di proses senen, otomatis udah masuk bulan agustus, maka Istri saya di kenakan aturan pencairan saldo JHT yang baru, yaitu baru bisa cair umur 56 tahun ataupun 10% saja bila masa kepesertaannya diatas 10 tahun. Jadi ya sama saja tidak bisa cair dong?

Terlepas ini benar apa nda’? Saya dan istri tidak tahu, dan lagi-lagi kita berdua menyayangkan tidak adanya sosialisasi dari aturan seperti ini. Akhirnya istri saya memutuskan untuk mencairkan secara tunai saja, dengan konsekuensinya adalah ikut mengantri bersama orang-orang lain di ruang tunggu, daripada tidak bisa cair? Ya to?

Cemplungin dropbox dan tunggu nama dipanggil petugas ya...
Cemplungin dropbox dan tunggu nama dipanggil petugas ya…

Oke, formulir sudah di isi? Ya udah cemplungin aja ke drop box nya. Kalo udah silahkan menanti nama anda di panggil oleh customer service bagian Pemeriksaan Dokumen.

Tadi saya udah nyebutin bawa cemilan kan? Nah ini silahkan di buka cemilan nya, dan dimakan. Mengapa? Sebab ini nunggu nya bisa lama banget. Istri saya dateng jam 8 pagi, isi formulir dan cemplungin dropbox ngga sampe 15 menit, tapi baru dipanggil untuk pengecekan dokumen dan mendapat nomer antrian itu sekitar jam 9-jam 10.

Ngopi? Ngeteh? Self service ya...
Ngopi? Ngeteh? Self service ya…
Air mineral juga ada kok...
Air mineral juga ada kok…

Sejatinya situasi dan kondisi ruang tunggu dari BPJS Ketenagakerjaan Cabang Semarang ini cukup nyaman ya, meskipun terhitung cukup banyak manusia yang memenuhi ruangan ini. Fasilitas penunjang kenyamanannya juga ngga tanggung-tanggung, udah disediakan semacam pantri gratis untuk nasabah, jadi kalo haus mau minum teh atau kopi, iya loh, teh atau kopi, silahkan ambil mug dan tuang sendiri-sendiri. Yang ngga doyan ngopi atau ngeteh juga ada air mineral dingin gratis kok. Cuman sayangnya untuk makanan kecil tidak disediakan, hehehe.

WiFi juga ada, jadi yang bawa gadget boleh dong sekedar browsing-browsing ataupun mengecek lini masa, sekedar membunuh waktu. Bila batere gadget anda sudah mulai sekarat, juga sudah disediakan stop kontak untuk ngecharge. Wah ini BPJS Ketenagakerjaan Cabang Semarang ini emang full service banget ya?

Nah selanjutnya setelah proses pengecekan dokumen di counter, dan mendapat nomer antrian pencairan, terus kita lanjut lagi duduk manis di kursi sambil menanti panggilan pencairan JHT. Istri saya dapet nomer antrian 32, padahal yang sudah dipanggil pencairan adalah nomer urut 19, itupun jam sudah menunjukan pukul 11 siang. Iya! Pukul 11 siang dan masih 13 orang lagi yang belom dipanggil pencairan, termasuk istri saya. Disini lah kelihatannya kalo BPJS Ketenagakerjaan nya sangat lambat sekali kerja nya, karena akhirnya istri saya dipanggil untuk pencairan pada pukul setengah 3 sore, bayangin aja betapa lambat nya proses ini.

@BPJSTKInfo
@BPJSTKInfo

Mendapat informasi kegalauan seperti ini dari istri saya, saya pun ikut-ikut-an jengkel, saya pun langsung men-tweet ke @BPJSTKInfo yang lagi-lagi sepertinya akun twitter tersebut di operasikan oleh robot, yang hanya sekedar mohon maaf tanpa memberikan solusi.

Bukan apa-apa sih, masalahnya adalah karena tanpa persiapan baik makanan maupun minuman, BPJS Ketenagakerjaan dengan lambat nya proses pencairan ini secara tidak langsung telah membuat istri saya menderita kelaparan, karena menurut istri saya, dia tidak ingin meninggalkan ruang tunggu tersebut tanpa ada kejelasan bisa saja sewaktu-waktu nomor urutnya dipanggil dan takutnya istri saya tidak ada di tempat terus terlewat deh.

Terus terang saya tidak tahu dimana letak lambatnya proses pencairan ini, sebab menurut cerita istri saya selama menunggu panggilan nomer antrian, banyak customer service yang menganggur, hanya duduk-duduk saja, ataupun ngobrol dengan teman sebelahnya. Apakah mungkin tersendat di bagian verifikasi dokumen istri saya? Atau mungkin juga BPJS Ketenagakerjaan ini kas nya habis, sehingga uang untuk pencairan JHT nya tidak mencukupi? Terus harus ke Bank dulu untuk ambil uang? Entah lah, yang pasti nasabah menjadi terlantar di ruang tunggu.

Menanti pencairan yang lama bang-get...
Menanti pencairan yang lama bang-get…

Singkat cerita, setelah menunggu dengan gundah gulana, memikirkan si Elsa yang ditinggal sama Eyang dan Utinya, yang sudah mendekati jam mandi sore dan persiapan untuk makan malam nya Elsa, akhirnya pukul setengah 3-an sore, istri saya menerima segepok uang pencairan JHT Jamsostek BPJS Ketenagakerjaan, sekaligus ini menandakan berakhirnya masa kepesertaan istri saya.

Ya itu lah pengalaman Istri tercinta saya dalam mencairkan saldo JHT – Jaminan Hari Tua nya di BPJS Ketenagakerjaan Jamsostek cabang Semarang.

Kalo boleh di review sedikit sih, secara fasilitias dan pelayanan, BPJS Ketenagakerjaan sangat baik, satpam nya ramah, customer servicenya juga informatif, fasilitas yang di sediakan juga lengkap sekali. Cuman sayangnya ya itu, kinerja dan proses pencairannya yang sangat-sangat mengecewakan.

Semoga kedepannya BPJS Ketenagakerjaan bisa lebih memperbaiki kinerjanya, sehingga bila tiba saatnya saya berumur 56 tahun, saya tidak perlu kelaparan menanti pencairan di ruang tunggu.

3 thoughts on “Pengalaman Mencairkan JHT di BPJS Ketenagakerjaan / Jamsostek Semarang

  1. di kantor bpjs jepara juga gitu, waktu menunjukkan jam 10 ketika saya mengurus, berarti waktu sibuk…tapi pada saat sedang banyak yg mengurus, salah satu CS ( customer service terdiri 2 orang ) malah ke belakang untuk sarapan..kita tidak menyalahkan orang sarapan, tp harus lihat sikon, jam dll..betapa tidak profesionalnya mereka…mohon ditertibkan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s