Mremo Berjamaah di Bakso Mawardi Semarang!

Seperti biasa, keadaan kalo abis lebaran gitu, para karyawan kantor seperti saya dan beberapa teman sebut saja Ojan, Koh Bambang, Koh Quan, dan Gendon, setiap jam istirahat yang biasanya tongkrongannya di nasi kucing deket kantor jadi sedikit perihatin karena warungnya tutup. Ngga hanya warung langganan saja yang tutup, yang bukan langganan pun tutup. Makanya, ini mau makan juga susah, padahal ini dompet ya itunganya masih tebel aja. *cailah*

Teringat tahun lalu, di masa-masa abis lebaran gini susahnya nyari makan dan akhirnya makannya naik kelas di KFC: https://satrioaja.wordpress.com/2013/08/07/hari-ini-makan-siangnya-naik-kelas/

Namun berkat info dari koh Quan yang mengatakan warung bakso Mawardi sudah menggelar lapaknya, maka ngglinding lah kita untuk mbakso disana. Yang ngga tau, Bakso Mawardi itu bakso ter-enak di seantero bubakan semarang. Letaknya pun bisa dibilang cukup strategis ya, karena letaknya di perempatan lampu merah jalan patimura dan jalan dr.cipto semarang.

Menu andalannya, ya udah pasti bakso lah! Namanya aja BAKSO MAWARDI. Tapi yang sepesial disini adalah ornamen pelengkapnya. Ada tahu yang gurih banget, ada loempia juga, ada krupuk macem-macem, masih ada juga kacang goreng, kalo masih kurang puas? bisa nambah nasi putih loh.

Tempat makannya kali ini penuh banget, terlihat dari banyaknya motor dan sekumpulan orang yang makan disini. Orderan kali ini adalah 3 bakso komplit, 1 bakso tanpa jeroan dan karena yang makan adalah cowok-cowok sudah pasti nambah nasi putih. Dan untuk minumnya? Standar aja sih teh. Kenapa teh? Karena disini engga sedia milk shake ataupun pop ice.

Sedikit foto:

Bakso Mawardi Semarang Bakso Mawardi Semarang Bakso Mawardi Semarang

Sungguh, ini bakso nya enak sekali ya.

Entah karena kita kelaparan atau karena kita emang doyan bakso ya.

Total kerusakan saya adalah Bakso dan teh panas sekitar 15.500, dan parkir 2.000. Untuk teman-teman yang lain, kerusakananya cukup fatal, bergantung dengan ornamen tambahan yang turut serta disantapnya.

Sungguh terlalu! Mremo! Tau mremo? Mremo itu keblondrok! Tau keblondrok? Itu lo, aji mumpung si pengusaha, entah yang punya makanan sampai dengan tukang parkir, memanfaatkan keadaan, kesempatan dalam kesempitan, mumpung masih edisi lebaran, dan yang lain belom pada buka, akhirnya memonopoli harga.

Ya udah deh ngga papa, yang penting perut isi, kenyang dan gendut. Sekian terimakasih!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s