Blackberry: Smartphone or Stupidphone?

Adalah Yanny Luvitasari, Riri Rianti dan Uki Aprilyani, dan Sofia bukan latjuba salah empat orang dari sekian banyak orang yang mengompori saya untuk segera beli blackberry. Yah well sapa tak kenal dengan blackberry? Semua nya juga pasti kenal, bahkan anak SMA pun banyak yang punya, sementara saya aja yang EDP enda punya.

Blackberry emang sungguh barang yang booming tentunya selain granat dan sego becak aspol deket kantor. Yang bikin BB itu happening banget ya selain Blackberry Messengernya, Push Email, Social Networking, Browsing tanpa batas juga soal isu pemblokiran oleh Menkominfo.

Blackberry sendiri udah banyak tipe dan jenisnya, ada Gemini, Curve, Storm, dan yang terbaru Torch dengan berbagai fitur menarik dan dikemas dalam harga yang menawan. Jadi ini cuman masalah pilihan, dan saya pun sebagai EDP memilih untuk tidak memilih Blackberry sebagai perangkat komunikasi saya.

Adalah Sofi, seorang teman yang hidupnya sangat bergantung pada Blackberry sampai-sampai saya pun dibuat heran olehnya.

Seperti pada suatu ketika di 21 Citra Land,

Sofi: “Bang! Anak-anak pada kemana sih! Dah jam sgini kok blom nongol juga?!”

BangSAT: “Ya mana aku tau, kan elu EO nya, gua cuman bantingan duit buat tiket ma jadi ojek buat elu aja kan?”

Sofi: “Ah tokek semua! Penyakit molor kok di piara! Udah gua BBM-in semua, YM nya gua Buzz, Facebooknya gua message-in kok not responding at all yah!?”

BangSAT: “Hmmm have you try to call them?”

Sofi: “Err… hehehehe… run out of pulsa bang… pinjem hape lu dong…”

BangSAT: “Kampret luh!” *nyengir kuda, sodorin handphone…

Smartphone Blackberry untuk beberapa kasus, terutama ditangan Sofi bisa berubah jadi Stupidphone. You know what’s goin wrong?

Pertama, saking kagumnya pada fitur “Smart” dari Blackberry sampe lupa sama fungsi “Phone”-nya blackberry. Dan yang kedua, if you rich enough to buy Blackberry why spend less money for Blackberry Service? Hihihi, pelit apa ngirit?

Ah anyway tampaknya Blackberry itu sungguh tempting, maybe I’m gonna grab one for my self either… hihihihi *ditendang Sofi abis posting ginian… Sof aku bolo mu loh…

Iklan

7 thoughts on “Blackberry: Smartphone or Stupidphone?

  1. Me either, don’t like BB at all. Harganya mahal untuk kelas Not-So-Smart-Phone. Dengan harga yang sama, bisa dapetin Smart-Enough-Phone. Hahaha. Layar kecil dengan kibor qwerty itu mengganggu. :p

  2. slams, bwakakaka google aja…
    oca, saya masih stick sama Soner w995 nih *setel dream theater
    tante wewe, i’m smart yet people surprise
    anang, apanya yang susah dibedain?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s