The Belajar Is Bahasa English!

Saya sudah sering banget mendengarkan keluhan-keluhan teman-teman di kantor yang lagi dalam proses menikung ke kanan dan ke kiri mencari-cari pekerjaan yang lebih klop. Keluhan apa? Ya seputar requirement dari sebuah job position yang di ingin lamar.

Kalo hanya sekedar masalah ijazah S1 dengan IPK minimal  sekian ato pengalaman kerja sebelumnya sih, meskipun engga memenuhi standar yang diminta toh mereka ya tetep aja nekat ngelamar.

La apa yang membuat mereka jadi ngedumel? Yang paling sering kalo ada “Bahasa Inggris” nya.

Maksutnya? Mmmm coba disimak sendiri komentar-komentar nya ya:

“Aku langsung lemes pas tau interview nya bahasa inggris…”

“Harus pake TOEFL pus!”

“Tes e bahasa inggris ga’?”

dll…

Ya gitu deh… got the big picture kan?

Terus terang, saya pribadi emang ngga lancar dalam bahasa inggris. Tapi saya bisa bilang seandainya saya diajak ngobrol pake bahasa inggris, saya masih bisa merespondnya dengan baik meskipun pake embel-embel ‘errrr’, ‘anu’, ‘mmmm’ ‘uh-oh’ dan sejenisnya diawal dan diakhir kalimat yang saya ucapkan.

-***-

Sebelum saya nyungsep di pulau jawa ini, saya pernah selama 4 tahun tinggal di Tanjung Pinang, sebuah pulau kecil di deket Singapore yang di kehidupan setiap harinya rata-rata menggunakan 4 bahasa. Yaitu, bahasa inggris, bahasa mandarin, bahasa melayu dan tentu saja… bahasa indonesia. Dan dalam keadaan yang terpaksa inilah saya mulai belajar ketiga bahasa asing yang belom pernah sama skali saya diajarin selama di bangku SD.

Kok terpaksa? Iya, karena teman-teman saya, tetangga bahkan tukang sayur pun belom tentu penduduk asli orang Indonesia. Ada yang perantauan dari Malaysia ato ekspatriat dari Singapore yang kadang emang ada yang fasih berbahasa Indonesia ya minimal bahasa Melayu, tapi untuk beberapa kasus, seringnya dalam bersosialisasi, bahasa yang dipakai itu mix.

“Hey man, how much for this trompet natal? Hah cemban? Mahal sangat lah? Goceng tak boleh ka? Ough come on you punya dagangan kan laris banget, tak ada discount kah? Kita mau buy a lot kok!”

Ya gitu deh, teringat suatu masa mau beli terompet natal sama teman-teman di penghujung taun 1997. Sebuah cerita pengalaman belajar bahasa inggris, strange, complicated, but amazingly fun.

Bahkan sampe detik ini, bahasa Inggris yang biasa saya kenal pun tampaknya mulai bergeser arah menjadi Inggris-Indonesia yang gaul. Apalagi semenjak gabung dengan milis Lonepia yang jago-jago bahasa Inggris meskipun Inggris-kendal yang kalo engga salah di populerkan oleh mba Nining, saya pun mulai keracunan mengaplikasikan Inggris-demak ini untuk kehidupan selenge’an setiap hari saya.

“The Rak Penting Of Babarblas”

“Dewik and the guling, husband abal-abal”

dsb…

-***-

Bahasa Indonesia mungkin adalah bahasa nasional kita, tapi Bahasa Inggris adalah bahasa universal seluruh negara, bahasa yang sudah umum dipakai, dan maybe it’s a good time to start learning some.

Bagaimana tips saya supaya lebih mem-perfect-kan vocabulary dan grammar saya yang berantakan itu menjadi sedikit manusiawi dan mudah dimengerti lawan bicara saya?

Hmm, karena saya itu pecinta musik dan film, saya sering-seringnya mencoba mendengarkan apa yang di ucapkan oleh si aktor ato aktris ketimbang membaca subtitle ato lyric musiknya. Lalu mencoba menerka-nerka apa artinya dengan cara melihat respon dari lawan bicara si aktor ato lingkungan sekitarnya.

Saya enda tau kalo ada cara lain yang lebih sederhana apa ga’. Tapi selama ini, itulah yang saya lakukan, and it works like a charm.

Oke selamat belajar bahasa inggris yah!

artikel ini didukung oleh belajar hipnotis

Iklan

8 thoughts on “The Belajar Is Bahasa English!

  1. yg plg penting gunakan bhs inggris pada tempatnya … bhs IND tetap bhs kita 🙂

    kl pengen maju bikin aja english day walau pasti byk yg gak kuat komitnya hihi

  2. cara aku belajar bahasa inggris persis kamu, Sat.
    ada sih tips yang pernah aku dengar. yaitu mendengarkan berita dalam bahasa inggris lalu mencocokkannya dengan mendengarkan berita versi bahasa indonesianya, atau baca koran dengan topik yang sama. tapi… buatku itu terlalu menyiksa, ga menarik 😀

    jeleknya, bahasa inggrisku ya… conversation yang daily aja gitu 😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s