VIAR motor Nasional?

Akhirnya ikut lomba blog lagi, entah kenapa akhir-akhir ini lagi banyak ide yang mau di muntahkan dari kepala. Lomba nya kali ini di luncurkan oleh VIAR dengan  mengusung tema “Mendukung VIAR sebagai motor Nasional”. Info selengkapnya langsung klik: http://www.viarmotor.com/info/blogcontest.php

Oke, setelah browsing sana sini liat postingan blog pesaing, agak keder juga liat postingan-postingannya pada bermutu smua. Hmm sempet kepikiran kalimat pembuka untuk postingan ini adalah “Siapa tak kenal VIAR?”, tapi saya urungkan niat tersebut karena jawaban dari pertanyaan itu adalah… “Ya, sayalah orang itu”

Jujur aja, saya emang ngga kenal motor dengan merk dagang VIAR. Saya bahkan ga tau kalo pos penjualan motor VIAR ini deket dengan kantor saya.

Sudah cukup banyak motor-motor china yang datang dan pergi di pikiran saya. Maaf ya kalo harus nyebut merk, tapi dengan nyebut merk bisa mempermudah penjelasan analisa dan pendapat saya. Oke, misalnya motor merk Sanex, motor yang merknya sama dengan merk VCD/DVD player itu sekarang aja udah ga kliatan lagi di jalanan, bahkan dealer motor ini pun kayaknya udah ga keliatan. Ato merk Jin Cheng. Ato Jialing yang katanya sempet pamornya naik dan booming sekitar tahun 1999-2002.

Menurut saya sih emang agak susah juga buat mocin kalo mau penetrasi ke pasar otomotif roda 2 di Indonesia, secara di Indonesia ini pasar roda 2 udah dipegang sama motor-motor Jepang. Bahkan motor jepang yang prosentase penjualannya laris manis di Indonesia cuman Honda dan Yamaha, porsi kecil harus bagi rata antara Suzuki dan Kawasaki, sisa porsinya? Ya punya mocin. Itupun kecil sekali.

“Ono rego ono rupo”, pepatah ini juga kayaknya masih berlaku. Stempel “Motor Murah yang Terkesan Murahan” itu masih melekat di motor-motor cina, dan stempel ini susah banget lunturnya meskipun udah di bilas dan direndem seminggu lamanya. Sebab bila konsumen cari motor karna harganya murah, saya yakin dealer-dealer motor jepang bakal kebakaran jenggot melihat konsumen yang lebih memilih motor-motor non jepang yang jauh lebih murah.

Menurut saya sih, kecenderungan orang Indonesia beli motor itu karena terkenal dulu merknya. Yamaha aja yang cukup menggandeng Valentino Rossi, Jorge Lorenzo dan Komeng aja bisa mendongkrak penjualannya sampe membuat Honda sedikit kelimpungan.

Berarti dengan kata lain, supaya VIAR yang nota bene lebih demen disebut moin – Motor Indonesia karena udah punya pabrik sendiri di daerah Semarang, pengen bisa bersaing dengan motor-motor jepang, harus lebih kenceng promosi nya ato setidaknya dia punya segmen tersendiri yang ga bisa di cover sama motor-motor jepang.

Tapi segmen yang mana?

Nah, gua melihat ada dua produk dari VIAR yang sebenernya bisa bersaing di pasaran otomotif roda 2 (ato roda 3 ya?), secara emang menawarkan segmen yang beda. Yaitu segmen niaga. Coba liat produk yang ini: Karya 150 dan Karya 200

Karya-Redkarya200ccSebagai armada angkut dengan daya angkut kecil dalam kegiatan usaha tentunya akan lebih murah biaya bila menggunakan produk diatas ketimbang harus menginvestasi pada kendaraan roda 4 bak terbuka. Berita terkait: http://www.viarmotor.com/index.php/ringkasan/124-karya-200-the-best-motor-niaga

Terlepas dari pemilihan segmen yang tepat, sebaiknya VIAR juga dalam memproduksi motornya supaya lebih orisinil, mempunyai ciri khas tersendiri dan tidak mencontek ciri dari motor-motor lain yang sudah lebih sukses. Terutama dalam bentuk model ataupun nama produk tersebut, seperti produknya VIOR (berita launching VIOR motor Matic Termurah: http://www.viarmotor.com/index.php/ringkasan/118-launching-vior-125) yang lebih terkesan seperti mocin nya Yamaha MIO atau contoh produk dari VIAR lainnya adalah VIX-R (berita Viar Bidik Motor Sport: http://www.viarmotor.com/index.php/ringkasan/105-viar-bidik-segmen-sport) yang lebih terkesan pelesetannya Yamaha Vixion.

VIAR sebagai Motor Nasional, hmm titel “Motor Nasional” ini sebenernya masih sangat ambigu buat saya. Entah mungkin yang dimaksud adalah penjualannya yang menguasai nasional ato juga mungkin pengakuan bahwa VIAR adalah motor yang di produksi anak bangsa sendiri ya?

Bila hanya sebatas pengakuan sebagai produksi anak bangsa, maka saya dengan iklas dan suka rela akan mengakui  bahkan mendukung VIAR. Tapi kalo soal penjualannya, hmm… nanti dulu… Sebab selama VIAR belom bisa menunjukan taringnya dan gregetnya… buat saya VIAR tetaplah sebagai pilihan ke-sekian dalam memilih kendaraan bermotor roda 2…

Iklan

3 thoughts on “VIAR motor Nasional?

  1. Saya pake viar karya 200 baru pake 10 bln gigi kain klos hancur mau beli spare part di show room gak ada skrng pusing saya kmana hrs dibeli

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s