Hancur part.1

Setiap pagi sebelum aku menyalakan komputer di kantor… aku mencoba meluangkan waktu 2-3 menit untuk berdoa… sebenernya niatan ku berdoa lebih kepada karna sekedar ikut-ikutan saja teman kanan-kiri yang juga melakukan hal yang sama, juga karna ibu juga pesan begitu dari rumah, ato kalo pas emang situasi dan keadaan kantor emang lagi engga kondusif…

Kurang lebih begini doa nya…

Tuhan, makasih udah sampe kantor lagi… ini udah mulai kerja lagi… tolong doain saya semoga pekerjaan lancar, dijauhkan dari cobaan yang berat, diberikan rezeki yang cukup… tolong bantu Mas Ary juga semoga pekerjaannya dan segala usahanya di mudahkan… tolong doakan Risti, ibu, ayah dan hai… diberikan kesehatan, keselematan, kelancaran dalam bekerja dan rezeki yang cukup juga…

Hari ini telah kutemukan sebuah kenyataan yang menyakitkan… kenyataan yang sungguh-sungguh sangat ku tak inginkan… Mungkin karna Tuhan tau kalo aku berdoa dengan terpaksa, dengan tidak iklas, dengan tidak sungguh-sungguh sehingga cobaan yang menurutku super berat ini jatuh menimpaku sekaligus…

Hari ini sungguh berat buatku… aku udah ngga tau mau ngapain atau bagaimana… ini adalah keadaan dimana logika dan perasaan sudah bercampur menjadi satu dalam satu ember kesedihan dan kesakitan…

Yang bisa aku lakukan cuman nulis blog saja… Silahkan bilang saya cengeng, silahkan bilang saya gembeng, silahkan bilang saya cemen… seandainya kalian jadi aku… tak ada lagi yang bisa di lakukan selain menangis dan berdoa…

Iklan

3 thoughts on “Hancur part.1

  1. nek aku sich
    “segala sesuatu yg diawali denga doa, pasti diakhiri dengan bersyukur”
    tapi nek meleset yoo belum jatah’e wae…

    cup..cup.. wiss ra sah nangis nehh
    ngko tak tumbaske balon

  2. Boys don’t cry.. Air matanya cuma untuk mertua.. eh, orang tua. Mereka yang telah membesarkan kita dengan darah dan air mata. Tawa kita adalah tawa mereka. Air mata kita air mata mereka juga. Sementara di mana kekasih kita yang kita cintai saat kita benar-benar membutuhkannya? Suatu saat kita berlari-lari tertawa bersama-sama di pagi yang indah, dan suatu saat kita menyaksikan hidup kita terhempas badai. Sendirian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s