Senin dan Sabtu

Intermezo di telepon antara aku dan ndut…

“Ndut dari hari senen sampe minggu… mana yang kamu suka?”
“Mmmh… sabtu”
“Kenapa?”
“Enak bisa represing di KM”

Adalah sebuah cerita ketika Tuhan membuat hari… senin, selasa, rabu, kamis, jumat, dan minggu… Tuhan menjadi sangat bingung untuk menentukan dimanakah dia akan meletakan tanggal merah… tanggal dimana manusia layak mendapatkan hari liburnya…

Bagaimana tidak? Tuhan sadar akan timbul kecemburuan antara 3 hari yang sangat menentukan… si tanggal merah… si tanggal sebelum tanggal merah… dan si tanggal sesudah tanggal merah… namun entah gimana ceritanya langsung di jedhog si tanggal sebelum merah adalah sabtu, si tanggal merah adalah minggu dan si tanggal sesudah merah adalah senen…

Si tanggal sebelum merah akan merasa cukup bangga… karena akan menjadi hari yang di nanti setiap orang… kinerja seseorang meningkat drastis walaupun sesaat karena sugesti dari “menjelang hari libur”… semua planing-planing sebelum berlibur pun tercipta di tanggal ini… “Eh bentar lagi libur inih… besok ada planing kemana?”… Hahaha! Aku si tanggal sebelum merah… kerja oke, planing ok, hari ini balik gasik, besok kita libur… ayem tentrem… semangat…. tidak ada hari yang di nanti-nantikan orang selain aku!

Si tanggal merah tentunya akan sangat sombong sekali… semua manusia bakal menyukainya, menyayanginya dan mencintainya… karena hanya tanggal merah saja lah yang punya hak prerogatip untuk meliburkan semua manusia… hari itu dimana semua manusia bisa ber-malas-malas… ber-istirahat sejenak melepas penat setelah seminggu beraktivitas… Huhuhu! Aku si tanggal merah… tiada hari tanpa tanggal merah!

Bagaimana dengan si tanggal sesudah merah? Cukup kasian dan mengenaskan… bahkan paling terpuruk… karena si tanggal sesudah merah selalu di benci orang… abis enak-enak liburan kok ya harus masuk kerja… kembali beraktifitas… kembali ke rutinitas yang menjengkelkan… “Ugh! I Hate Monday! Seandainya senen itu orang, udah ta gebukin sampe babak belur!”

Si tanggal sesudah merah tidak jarang sering mendapatkan cemo’ohan dari tanggal-tanggal laennya karena nasibnya yang serba suram… si tanggal merah pun mengadukan nasibnya ke Tuhan… Tuhan pun mencoba menengahi masalah ini… lalu apa kata Tuhan?

“Hai tanggal laennya… kalian pikir apa bisa manusia bisa merasakan senang dan santai kalo sebelum itu belum merasakan susah dan tertekan?”

Si tanggal merah pun tersenyum sumringah… meskipun bukan hari yang di nanti ataupun di sukai… tapi si tanggal merah menjadi hari yang paling penting…

Iklan

3 thoughts on “Senin dan Sabtu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s