Jeritan seorang pengangguran…

DSC04648 (Small)
Sebuah jawaban yang jujur sekali.

“KAMPRETTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTT!!!!!!!!!!!!!!!”

Kalo ngga jelas.. kalimat diatas dibaca “kampret”…

Jadi begini ceritanya… pada tanggal 9 oktober 2008 waktu setempat… gw mengirimkanlah sebuah e-mail yang isinya surat lamaran pekerjaan untuk bagian akunting ke bagian SDM nya PIKA sebagai tindak lanjut atas penempelan informasi lowongan pekerjaan yang akan di tutup pada tanggal 20 oktober 2008 di papan SSCC (Soegijapranata Student Career Centre).

Sekitar tanggal 28/29 oktober 2008, gw waktu di rumah Toetik di telpon dari PIKA untuk ikut tes psikopat dan langsung interview pada hari senin, tanggal 3 november 2008 pukul 8 tepat. Gw saat itu yang status nya udah gagal dua kali ikut tes kerja di ADA Swalayan dan PT. Tojadjene sangat girang dan gegap gempita serasa mau guling-guling di lantai.

Tanggal 3 November 2008 pun dateng, gw pun brangkat meskipun nyampenya telat gara-gara kemacetan di daerah antara UNTAG dan STIKUBANK… ah yang penting gw berhasil nyampe dan ikutlah gw tes psiko itu. Disana gw pun ternyata berjumpa dengan salah satu kawan gw yang sama-sama satu sma, satu fakultas dan ketemu lagi disini. Intinya temen 10 tahun lah.

Karena gw udah punya prestasi membanggakan… dua kali gagal tes kerja, dan kebetulan tes psiko di ADA Swalayan, PT Tojadjene dan PIKA ini adalah sama… maka tes psiko yang di PIKA ini bisa terbilang yah cukup lancar lah. Dan entah keberuntungan apa, di PIKA sendiri ngga ada tes akuntansi. Jadi ya untuk tes kerja di PIKA cukup girang juga.

Tes wawancara pun berlangsung sangat mulus-mulus saja, bahkan kepala HRD nya sangat positif sekali responnya… seperti kalimat-kalimat berikut:

“Saya suka kamu, karena kamu bisa bekerja secara individu dan secara kelompok. Jarang ada orang yang bisa seperti ini. Bahkan di PIKA sendiri, saya belum menemukan orang kayak kamu.”

“Saya suka kamu, kamu fresh-graduate tapi untuk gaji dan tunjangan kamu ngga minta yang macem-macem.”

“Saya suka kamu, saya welcome dan respect kalo kamu bisa kerja disini.”

“Saya suka kamu, kamu ganteng, tampan, dan berkharisma”

dll.

Mungkin karena gw terlalu ge-er aja atau terlalu self-confidence sehingga kalimat-kalimat diatas begitu masuk ke telinga ku terdengar seperti tanda-tanda bahwa akan diterima kerja di PIKA.

Akhir dari wawancara, keluar ruangan dengan senyum, harapan serta ekspektasi yang tinggi bakal ketrima. Tapi nyatanya… (disinilah “kampret” itu berasal) SAMPE HARI INI BELOM ADA PANGGILAN LEBIH LANJUT… dan sialnya, karna terlena oleh “rayuan gombal” kepala personalia… GW LUPA NANYA… KAPAN AKAN DIKABARI LEBIH LANJUT?

Alhasil gw semenjak tanggal 3 November 2008 itu sampai detik ini, setiap hari hanya dihiasi oleh perasaan harap-harap cemas. Setiap pagi, terbangun dengan harapan bakal ditelpon PIKA siang ini. Setiap siang, berharap semoga bagian personalia lagi terkagum-kagum melihat hasil tes gw. Dan setiap malam, sebelum memejamkan mata untuk tidur, berharap semoga bagian personalia bakal ngimpi’in gw dan menelpon gw di ke-esokan harinya.

Jadi inti dari “kampret” diatas itu adalah, perasaan harap-harap cemas yang tidak berujung, yang tidak tahu kapan berakhirnya, dan yang mengganggu karena ngga ada kepastian yang jelas apakah ketrima apa ngga di PIKA…

Temen gw yang ketemu di PIKA itu sendiri ternyata pun terkena “racun berbisa” dari kepala personala itu. Dia pun lupa menanyakan kapan akan di kabar lebih lanjut, dan ujung-ujungnya berakhir seperti kisah ku diatas.

Beberapa kawan pun udah coba gw tanyakan mengenai masalah ini, apakah etis menanyakan ke PIKA kalo gw ketrima pa ngga. Respon pertama mereka setelah mendengarkan cerita ku pun sangat beragam. Namun pada umumnya antara lain seperti berikut:

“La kok ngga nanya kapan mau di kabarin”

“Ah ke-ge-er-an luh!”

“Gimana sih lo?”

“Guobloke pollll!!!!!”

“Ngga ada cerita lain sat?”

Mungkin untuk sementara ini, gw bakal berkutat dengan ke-kampret-an ku ini. Hopefully, not so long. Bagi yang belum tau PIKA… liat aja deh sendiri di sini.

Iklan

8 thoughts on “Jeritan seorang pengangguran…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s