RALAT POSTINGAN “Menambah Daya Tangkap Sinyal WiFi di Hotspot Area.”

Sebenernya waktu ngirim email blog-print ke Suara Merdeka… isi postingan ini informasinya kurang banyak, trus pagi ini pas liat blog-print malah postingan tersebut nyantol disitu… dan parahnya lagi ada beberapa hal penting yang di “cut” atau hilang… sehingga informasi yang kurang semakin berkurang akibatnya postingan tersebut menimbulkan kesan memberikan informasi yang salah dan keliru.

Jadi skarang gw mau ralat skaligus menambah penjelasan yang kurang tersebut… kurang lebih seperti ini:

Pada postingan di http://tarsio.blogspot.com/2008/10/menambah-daya-tangkap-sinyal-wifi-di.html gw mengatakan untuk meningkatkan atau menggeser slider ke kanan ke level highest. Roamming Aggressiveness dengan settingan highest hanya berlaku untuk hotspot area dengan multiple access point seperti di kampus UNIKA Soegijapranata (yang kebetulan kata-kata “berlaku untuk hotpsot area dengan multiple access point” lupa dicantumkan dalam postingan dan “kampus UNIKA Soegijapranata” ngga masuk dalam blogprint) sehingga bila sinyal pada salah satu SSID melemah karena user pindah tempat maka secara otomatis software akan switch ke SSID laennya yang sinyalnya lebih baik. Dengan begitu, WiFi adapter selalu akan mendapatkan sinyal terbaik, stabil dan tidak ada hambatan lagi dalam ber-internet seperti sinyal yang tiba-tiba hilang dan disconecct sehingga kita harus secara manual melakukan koneksi ke SSID laennya lewat Wireless Network Connection.

Tujuan dari modifikasi “Roaming Aggressiveness” ke “highest” sendiri adalah untuk mereka yang sering bawa laptop dan pindah-pindah tempat di hotspot area yang memiliki banyak akses poin. Bila di hotspot area hanya ada satu access point mendingan settingan roamming aggressiveness di setting menjadi lowest untuk mencegah WiFi adapter yang malah jadi rese dan tidak stabil karena sering disconnect dan reconnect pada access point dengan SSID yang sama di sebabkan karena saking sensitifnya pada SEDIKIT penurunan kualitas sinyal hotspot.

Gw sendiri kurang tau bagaiamana cara mengetahui sebuah hotspot apakah memiliki multiple access point atau cuman satu… namun biasanya kalau SSID yang muncul dalam wireless network connection lebih dari satu, biasanya hotspot area itu memiliki lebih dari satu access point seperti di UNIKA Soegijapranata dengan beberapa SSID seperti “thomas1”, “thomas2”, “yustinus”, “albertus”, dll.

Tips tambahan ada di sini… tentang meningkatkan daya jangkau atau daya tangkap sinyal dengan cara meningkatkan konsumsi daya untuk adapter WiFi. Tips-tips laennya menyusul… sebab penulis sendiri bukanlah seorang pro… dan dalam membuat tips tersebut hanyalah trial dan error.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s