Windows Live Writer: TAG? Keyword?
Januari 8, 2009
Hari ini kerjaan saya adalah memberikan TAG pada semua postingan saya di blog… pekerjaan yang membosnkan dan melelahkan… Emang ada beberapa kelebihan dan kekurangan antara penggunaan TAG ataupun CATEGORIES… bisa silahkan baca disini… http://lorelle.wordpress.com/2005/09/09/categories-versus-tags-whats-the-difference-and-which-one/
DanĀ Sebagai pengguna Windows Live Writer untuk kebutuhan nge-blog offline… saya jadi merasa bingung juga bagaimana menempelkan TAG ini di postingan saya? Maklum… meskipun udah lama menggunakan Windows Live Writer… tapi belom sepenuhnya saya paham seluk beluk program ini…
Ternyata oh ternyata… hanya dengan menekan tombol F2 atao tombol panah kecil di bagian bawah… akan menongolkan sebuah window baru seperti dibawah ini…
Dan kita pun bisa memasukan TAG kita di text box keyword… sedangkan untuk kategori tetep di box SET CATEGORIES…
Akhirnya saya mulai memahami seluk beluk program ini…
Xubuntu: Membuat Screenshot di XFCE…
Januari 2, 2009
Oke… untuk pertama kalinya saya harus kebingungan mencari cara untuk membuat screenshot tampilan desktop saya di Xubuntu… karena ketika saya pakai Ubuntu… cukup dengan pencet “Print Screen” maka screenshot akan langsung dibuat dan kita tinggal memasukan nama dan lokasi file lalu klik safe dan selesai… agak kerepotan waktu saya pake Xubuntu yang pake XFCE untuk desktop enviromentnya… dimana tombol “Print Screen” itu ngga berfungsi sama skali sehingga saya butuh bantuan GIMP untuk menangkap tampilan layar…
Puter otak dan akhirnya saya menemukan sebuah plugin kecil untuk panel XFCE yang namanya “Screenshooter Plugin” yang fungsinya ternyata untuk menangkap tampilan desktop, untuk membuat screenshot… untuk menambahkan ke panel nya tinggal klik kanan di panel lalu pilih “Add New Item”… lalu tinggal cari aja dengan keyword “Screenshot” ato silahkan scroll ke bawah pasti akan ketemu…
Sebelum menggunakan plugin ini… ada baiknya jika di kustomisasi dulu… misalnya… apa yang ingin di ambil… apakah seluruh layar atau hanya jendela yang aktif saja… dimana folder tempat menaruh file… atau mungkin pengaturan pengambilan setelah delay beberapa detik… semuanya bisa di atur dengan meng-klik kanan icon kamera… iconnya “Screenshooter” di panel XFCE dan memilih properties…
Emang cukup ribet ya harus pake klak-klik sana-sini dulu… padahal dulu kalo di Ubuntu… cukup dengan tekan ALT+Print Screen berarti akan mengambil tampilan dari jendela yang aktif… sedangkan kalo hanya menekan Print Screen saja berarti akan mengambil tampilan seluruh monitor…
Ah ide kan ga cuman berhenti sampai situ aja? Gimana caranya supaya tombol Print Screen di keyboard itu berfungsi? Hmm… gimana kalo dibikinkan shortcut aja?
Jadi begini caranya… Di panel XFCE buka Application > Settings > Setting Manager > Keyboard > Shortcuts… lalu klik tombol “Add (themes)” yang di sebelah kiri bawah… kasih nama sembarang terserah… kalo saya… saya kasih nama “Screenshot”… lalu klik tombol “Add (shortcuts)” yang di sebelah kanan bawah… ketik perintah:
“xfce4-screenshooter”
Diakhiri dengan meng-klik “OK”… lalu setelah itu akan muncul dialog box yang menanyakan tombol mana yang di fungsikan untuk perintah tadi… tentukan tombol yang ingin kamu assign sebagai shortcut… dalam hal ini saya pengen tombol Print Screen saya buat menangkap tampilan seluruh layar… maka saya pencet tombol Print Screen…
Udah?
Weit… bentar… itu kan perintah untuk menangkap tampilan satu layar penuh… la kalo tampilan jendela aktif? Ya tinggal klik aja lagi “Add shortcuts”… cuman perintahnya beda… yaitu:
“xfce4-screenshooter -w”
lalu saya asign tombol untuk fungsi ini pada ALT+Print Screen…
Nah tampilan shortcuts keyboard saya jadi seperti dibawah ini…
Yak udah… cukup simpel kan caranya? Oh ya… format file nya adalah PNG dan akhir kata selamat mencoba ya…
Nekat: No Paging File…
Desember 19, 2008
Melanjutkan postingan baru beli RAM 1GB kemaren… gw jadi teringat dulu pernah chat sama pieprisa tentang Page File ato kalo di Linux lebih dikenal dengan nama Swap File…
Page File adalah memory cadangan yang fisiknya adalah file yang memanfaatkan ruang kosong di harddisk… dan karena fisiknya adalah file… maka kecepatan baca-tulisnya ya mengikuti RPM dan bandwith hardisk… dan sudah bisa di pastikan kecepatan Page File lebih pelan daripada RAM… itulah sebabnya mengapa komputer yang sudah mulai lambat responnya… pemecahan pertama dan utamanya adalah dengan menambah RAM… bukannya menambah Page File ataupun mengganti harddisk.
Fungsi dari Page File sendiri adalah untuk “tambahan” dari memory utama (yaitu RAM) bila memory utama mulai terkuras habis… gambarannya seperti ini:
Laptop dengan RAM 256MB dan Page File yang di setting pada ukuran 256MB akan memiliki total memory sebesar 512MB yang disebut Commit Charge Limit pada Windows Task Manager… batas maksimal penggunaan memory untuk program maupun OS…
Penggunaan melebihi Commit Charge Limit (total 512MB) akan menimbulkan pesan error bahwa laptop kehabisan memory… dan solusinya adalah meng-overide batas maksimal Page File menjadi lebih dari 256MB… ditandai dengan munculnya peringatan segitiga kuning dengan tanda seru dan pop-up message “Windows has increase you Virtual Memory size… bla bla bla” di daerah systray.
Page File ini di Windows XP bisa di setting lewat System Properties> Advanced> Settings> Advanced> Change…
Nah perdebatan ku dengan pieprisa waktu itu adalah tentang “berapa RAM minimal yang dibutuhkan supaya sebuah komputer atau laptop bisa jalan tanpa Page File”…
Seperti yang kita ketahui… pada sebuah laptop atau komputer yang memiliki RAM terbatas… bila Page File terlalu besar maka akan menghambur-hamburkan ruang kosong harddisk… Sebaliknya bila Page File terlalu kecil akan mengakibatkan komputer cepat kehabisan memory dan juntrung-juntrungnya malah hang atau minimal proses komputerisasi juga jadi semakin lambat karena harus menunggu memory yang kosong…
Dari beberapa info mulai dari OCIndo.com maupun ditempat lain… terdapat banyak kaedah yang tidak baku dalam menentukan besaran Page File… ada yang setengah dari total RAM (RAM 512MB, PF 256MB), ada yang satu kali dari total RAM (RAM 512MB, PF 512MB), macem-macem-lah… bahkan pieprisa pun mungkin punya kaedah sendiri…
Tapi apa yang menjadi kenekatan ku kali ini adalah dengan mengandalkan RAM 1,2GB baru ku mencoba untuk tidak mengaktifkan Page File sama sekali… sehingga semua data OS dan program akan di simpan di RAM…
Alasannya sederhana… kecepatan harddisk laptop yang rata-rata cuman 4800-5400RPM itu masih pelan… bila sebagian data OS dan program harus ditulis pada Page File yang di taro di harddisk dengan kecepatan segitu… tentu saja akan memperlambat kinerja laptop.
Maka nekatlah gw mencoba menjalankan banyak program… gw rasa cukup mewakili lah untuk kebutuhan kerja normal sehari-hari… mulai dari browser Mozilla Firefox yang membuka kurang lebih sekitar 37 tab, email Mozilla Thunderbird, Paint-dot-net, OpenOffice.org yang terkenal berat dan lambat itu, Feedreader dengan sekitar 20-30 URL, Album foto PICASA, dan lain-lain…
Daftar program berjalan… screenshot pakai ProceXP!
Daftar penggunaan memory… screenshot pakai ProceXP!
Ternyata masih terdapat sisa memory sebesar 500MB sekian… ya nda tau kalo dipake buat maen game atau keperluan server… mungkin malah bakal habis atau bahkan error… karena info dari google.com mengatakan beberapa game justru tetep butuh Page File… tapi berhubung ini laptop dan bukan buat game ataupun server… ya nda masalah to…
Apa yang di rasakan? Terus terang… rasanya kok kayaknya sama saja ya? Dengan RAM 1,2GB yang terpasang… entah dengan menggunakan Page File atau tidak… rasanya ya sama cepatnya… boot-up Windows ya sama-sama masih satu-stengah menit… cuman… untuk menjalankan beberapa program, proses recovery dari stand by, switch antar program emang terasa lebih cepat karena berkurangnya aktivitas baca-tulis Page File di harddisk…
Cukup lumayan juga menjalankan laptop tanpa Page File… emang syarat utamanya adalah RAM yang besar… bahkan beberapa info dari google.com menyarankan minimal RAM yang diperlukan adalah 2GB… jadi sampai detik ini masih ada rasa kekhawatiran juga kalo tiba-tiba laptop ini hang karena secara ga sadar menjalankan program ini itu hingga kehabisan memory… tapi untuk update selanjutnya menyusul saja…
Pengetesan ini dilakukan pada laptop Toshiba M30, Windows XP Home SP3 dengan RAM 1,25GB…
Thunderbird untuk aggregator…
Desember 6, 2008
Aggregator… RSS… apapun istilahnya kalo belom jelas coba baca dipostingan ngawur ku yang ini… Sebenernya sedari dulu gw pake Feedreader untuk narik RSS… gw ga berminat pake RSS Reader yang online macam bloglines, google reader atau yang lainnya karena selain gw fakir bandwith juga ngga efisien buat ku.
Berhubung akhir-akhir ini gw lagi bersih-bersih laptop… lagi males pake 2 software yang fungsinya hampir sama… jadi gw singkirin software Feedreader tersebut… dan gw mulai beralih ke Thunderbird… karena gw juga nge-POP3… emailku juga cuman satu dan itu satu-satunya emailku… dan kebetulan satu-satunya emailku support POP3… fasilitas yang bener2 membantu… *asal ngga di kirim spam aja*.
Sebenernya baru kali ini gw pake Thunderbird sebagai RSS Reader. Kalo yang terbiasa pake software RSS Reader selain Thunderbird mungkin akan sedikit kagok dalam pengaturannya, termasuk gw.
Langkah-langkah setting thunderbird sebagai RSS Reader kurang lebih seperti ini…
Dah… selesai… gitu doang… kalo ingin me-refresh aggregator tinggal click File > Get New Messages For > [pilih RSS reader]
Selamat mencoba yap!
Membuat signature email di Thunderbird.
November 20, 2008
Tutorial berikut sebenernya cukup mudah, dan mungkin udah banyak di jumpai di blog-blog lainnya… tapi ya sudah lah. Awal mulanya gw bikin tutorial ini karena tertarik dengan email-email bersignature yang masuk ke Thunderbird ku… apalagi di signature itu terdapat URL blog masing-masing member group semarangan nya Loenpia.net… pikirku bagus juga jadi ajang promosi blog.
Yang di perlukan pada tutorial ini adalah… Selain tentu saja client Mozilla Thunderbird yang udah di setup email accountnya… juga notepad.
Kita mulai aja,
Buka notepad kemudian masukan model signature yang kita inginkan… bisa dengan fomat plain text ataupun HTML… perbedaannya adalah bila menggunakan kode HTML, signature kita bisa sedikit menarik dengan penggunaan format font seperti bold-underline-italic atau dengan warna yang berbeda. Bagi yang belum ngeh dengan kode HTML bisa baca-baca dulu di http://www.htmlcodetutorial.com/. Jangan lupa, bila menggunakan format HTML… file harus disimpan dengan extention HTML dan bila dalam format plain text extention nya adalah TXT.
![]()
signature dengan format plain text.
Kemudian buka Thunderbird dan masuk pada bagian Tools > Account Settings. Beri centang pada pilihan “Attach this signature” kemudian click Choose dan pilih file signature kita tadi dan diakhiri dengan OK.
Yak… udah jadi… coba aja liat di bagian “Create New Message” maka bila langkah-langkah anda benar… anda akan mendapati setiap email baru yang anda buat akan terdapat signature kesayangan anda dibagian bawahnya seperti gambar dibawah ini.
email dengan signature model plain text.
email dengan signature model HTML.
Selamat mencoba!

