Benchmark Baterai Laptop…

Desember 22, 2008

Iseng… gw udah sering liat tips cara untuk menghemat penggunaan batere laptop… mulai ada yang bilang menurunkan kecepatan processor, meredupkan tingkat kecerahan LCD, menambah RAM, mematikan atau menyingkirkan perangkat yang tidak digunakan, menghapus program-program yang berjalan di background sampe ada yang bilang laptopnya di lempar beli baru…

Ngga cuman tentang cara untuk menghemat penggunaan batere laptop… larangan-larang yang harus di taati supaya batere awet juga banyak… mulai dari ngga boleh overcharge / di cas terus-terusan, saat menggunakan listrik supaya batere di copot, sampe dengan cara ngecas yang baik yaitu jangan sampai batere habis baru dicas…

Dari kesemua nya itu… setelah semua tips tersebut di aplikasikan dan larangan-larang tersebut di patuhi… lalu bagaimana untuk mengetahui perbandingan daya tahan batere laptop antara sebelum dan sesudah menggunakan trik tersebut? Apakah emang ada efeknya atau tidak?

Mau tau caranya? Coba aja download program Battery Eater… lalu silahkan benchmark baterai laptop anda… bisa bertahan berapa lama?

Yang perlu di perhatikan adalah sebelum melakukan benchmark terlebih dahulu untuk mematikan screen saver, mematikan timer yang secara otomatis akan mematikan LCD setelah beberapa menit dan mematikan opsi untuk secara otomatis laptop masuk ke modus standby ketika kapasitas batere tinggal 5-10%… sebab bila LCD mati atau secara otomatis masuk modus standby… maka akan mempengaruhi penilaian daya tahan batere yang tentu saja akan terlihat daya tahan batere tersebut menjadi cukup lama…

Trus nanti di bagian “Option” ada 3 modus untuk benchmark… Classic, Reader’s Test dan Idle… sebaik pilih modus “Classic”… karena pada modus “Classic” akan mencoba memberikan beban ke perangkat GPU, CPU dan Harddisk selama pengujian batere… ini berguna untuk menguji sebarapa jauh batere bisa bertahan pada kondisi laptop sedang bekerja…

Setelah benchmark selesai nanti bakal ada report dalam format html di folder instalasi battery eater tadi…

Ini punyaku… (klik gambar untuk memperbesar grafik)

Discharge

Konfigurasi laptop: Toshiba M30 S735G yang udah berusia 4 tahun, Centrino 1.6GHz yang berjalan di 600MHz dengan vcore 0,7volt, RAM 1,25GB tanpa Page File, Hardisk 40GB 4200RPM ATA 100, baterai 6-cell yang udah drop… cuman bisa tahan selama 112 menit… ato kurang lebih 1 jam 52 menit…

Konfigurasi behcmark: modus benchmark “Classic”, resolusi OpenGL “1280×800x32″, tampilan layan “fullscreen”, laporan benchmark “create battery charging graph”, begin test when disconnecting AC…

Mana punya kalian?

Nekat: No Paging File…

Desember 19, 2008

Melanjutkan postingan baru beli RAM 1GB kemaren… gw jadi teringat dulu pernah chat sama pieprisa tentang Page File ato kalo di Linux lebih dikenal dengan nama Swap File…

Page File adalah memory cadangan yang fisiknya adalah file yang memanfaatkan ruang kosong di harddisk… dan karena fisiknya adalah file… maka kecepatan baca-tulisnya ya mengikuti RPM dan bandwith hardisk… dan sudah bisa di pastikan kecepatan Page File lebih pelan daripada RAM… itulah sebabnya mengapa komputer yang sudah mulai lambat responnya… pemecahan pertama dan utamanya adalah dengan menambah RAM… bukannya menambah Page File ataupun mengganti harddisk.

Fungsi dari Page File sendiri adalah untuk “tambahan” dari memory utama (yaitu RAM) bila memory utama mulai terkuras habis… gambarannya seperti ini:

Laptop dengan RAM 256MB dan Page File yang di setting pada ukuran 256MB akan memiliki total memory sebesar 512MB yang disebut Commit Charge Limit pada Windows Task Manager… batas maksimal penggunaan memory untuk program maupun OS…

Penggunaan melebihi Commit Charge Limit (total 512MB) akan menimbulkan pesan error bahwa laptop kehabisan memory… dan solusinya adalah meng-overide batas maksimal Page File menjadi lebih dari 256MB… ditandai dengan munculnya peringatan segitiga kuning dengan tanda seru dan pop-up message “Windows has increase you Virtual Memory size… bla bla bla” di daerah systray.

Page File ini di Windows XP bisa di setting lewat System Properties> Advanced> Settings> Advanced> Change…

Nah perdebatan ku dengan pieprisa waktu itu adalah tentang “berapa RAM minimal yang dibutuhkan supaya sebuah komputer atau laptop bisa jalan tanpa Page File”

Seperti yang kita ketahui… pada sebuah laptop atau komputer yang memiliki RAM terbatas… bila Page File terlalu besar maka akan menghambur-hamburkan ruang kosong harddisk… Sebaliknya bila Page File terlalu kecil akan mengakibatkan komputer cepat kehabisan memory dan juntrung-juntrungnya malah hang atau minimal proses komputerisasi juga jadi semakin lambat karena harus menunggu memory yang kosong…

Dari beberapa info mulai dari OCIndo.com maupun ditempat lain… terdapat banyak kaedah yang tidak baku dalam menentukan besaran Page File… ada yang setengah dari total RAM (RAM 512MB, PF 256MB), ada yang satu kali dari total RAM (RAM 512MB, PF 512MB), macem-macem-lah… bahkan pieprisa pun mungkin punya kaedah sendiri…

Tapi apa yang menjadi kenekatan ku kali ini adalah dengan mengandalkan RAM 1,2GB baru ku mencoba untuk tidak mengaktifkan Page File sama sekali… sehingga semua data OS dan program akan di simpan di RAM…

Alasannya sederhana… kecepatan harddisk laptop yang rata-rata cuman 4800-5400RPM itu masih pelan… bila sebagian data OS dan program harus ditulis pada Page File yang di taro di harddisk dengan kecepatan segitu… tentu saja akan memperlambat kinerja laptop.

Maka nekatlah gw mencoba menjalankan banyak program… gw rasa cukup mewakili lah untuk kebutuhan kerja normal sehari-hari… mulai dari browser Mozilla Firefox yang membuka kurang lebih sekitar 37 tab, email Mozilla Thunderbird, Paint-dot-net, OpenOffice.org yang terkenal berat dan lambat itu, Feedreader dengan sekitar 20-30 URL, Album foto PICASA, dan lain-lain…

no-paging-1
Daftar program berjalan… screenshot pakai ProceXP!

no-paging-2
Daftar penggunaan memory… screenshot pakai ProceXP!

Ternyata masih terdapat sisa memory sebesar 500MB sekian… ya nda tau kalo dipake buat maen game atau keperluan server… mungkin malah bakal habis atau bahkan error… karena info dari google.com mengatakan beberapa game justru tetep butuh Page File… tapi berhubung ini laptop dan bukan buat game ataupun server… ya nda masalah to…

Apa yang di rasakan? Terus terang… rasanya kok kayaknya sama saja ya? Dengan RAM 1,2GB yang terpasang… entah dengan menggunakan Page File atau tidak… rasanya ya sama cepatnya… boot-up Windows ya sama-sama masih satu-stengah menit… cuman… untuk menjalankan beberapa program, proses recovery dari stand by, switch antar program emang terasa lebih cepat karena berkurangnya aktivitas baca-tulis Page File di harddisk…

Cukup lumayan juga menjalankan laptop tanpa Page File… emang syarat utamanya adalah RAM yang besar… bahkan beberapa info dari google.com menyarankan minimal RAM yang diperlukan adalah 2GB… jadi sampai detik ini masih ada rasa kekhawatiran juga kalo tiba-tiba laptop ini hang karena secara ga sadar menjalankan program ini itu hingga kehabisan memory… tapi untuk update selanjutnya menyusul saja…

Pengetesan ini dilakukan pada laptop Toshiba M30, Windows XP Home SP3 dengan RAM 1,25GB…

Setelah baca iKonek di koran Suramerdeka kmaren minggu, ada berita yang mengklaim sebagai browser tercepat di dunia dengan kecepatan loading javascript hanya butuh waktu dua koma sekian detik… gw pun jadi tertarik karena grafik kecepatan yang disajikan bahkan lebih cepat daripada Firefox…

Maka berkunjunglah saya ke situs dari Lunascape ini di http://www.lunascape.tv… 

Kesan pertama saat melakukan install adalah file installernya yang cukup besar… setelah mendownload masternya yang sebesar 8mb… ternyata installer masih harus mendownload engine Gecko yang besarnya 12mb dan engine WebKit Plugin sebesar 8mb.

Engine Gecko digunakan pada browser Mozilla Firefox dan engine WebKit digunakan pada browser Google Chrome dan engine Trident yang terinstall secara default adalah yang digunakan pada Internet Explorer… tampaknya yang dimaksud dengan “LUNASCAPE menggunakan tiga buah engine” adalah kita harus memilih salah satu dari tiga engine yang disediakan tersebut… bukannya tiga engine tersebut otomatis akan digunakan secara bersama-sama.

Kesan pertama saat startup adalah cukup cepat loading aplikasinya, namun tampilannya yang begitu semrawut jadi agak bingung juga… apalagi pada pengaturan tampilan yang terdapat pilihan standard (asli model lunascape), simple (seperti firefox), cool (seperti safari) dan silver (seperti IE)… tapi tetep aja tampilannya ngga menarik dan cenderung membingungkan. Sidebar disamping ngga bisa (atau ga tau?) cara menghilangkannya… banyak toolbar sebenarnya yang ngga penting ikut ditampilkan… mungkin karena saya suka browser yang minimalis. Dan juga beberapa tombol umum pengoperasian yang sering digunakan, ternyata tidak berfungsi… misalnya tombol BACKSPACE untuk back, F4/F6 untuk address bar, atau CTRL+E untuk search engine… dll.

Untuk browsingnya, emang gw ngga tau cara benchmark yang tepat itu seperti apa dan bagaimana prosedurnya… tapi sedikit mencoba benchmark menggunakan hati dan perasaan… lunascape dengan engine Gecko yang digunakan di Mozilla Firefox lah yang tercepat dalam membuka website… disusul dengan engine WebKitnya Google Chrome dan yang paling bontot adalah engine Tridentnya IE… Eh ini cuman benchmark menggunakan hati, perasaan dan telkom speedy loh… jadi jangan mentok dijadikan acuan…

Ah eniwei mungkin karena masih versi alpha jadi masi amburadul begini… tapi ya ditunggu aja versi official nya… untuk saat ini kembali ke Mozilla Firefox…

Beberapa postingan lalu yang terkait:
Tentang Opera: http://satrioaja.wordpress.com/2008/03/09/rubah-gendut-vs-donat-merah-tanpa-lemak/
Tentang IE7: http://satrioaja.wordpress.com/2008/01/07/internet-explorer-7-crash/
Tentang Firefox: http://satrioaja.wordpress.com/2007/12/03/cinta-pertama-sulit-di-lupakan/
Tentang Opera: http://satrioaja.wordpress.com/2007/10/31/opera-vs-firefox/

Microsoft Inul Vista

November 19, 2008

Judul yang aneh… microsoft inul vista… itu bukan operating system terbaru dari microsoft ataupun karaoke-nan nya inul yang di beli microsoft. Sebenernya judul itu adalah hasil comot-an semena-mena dari status YM nya pierisa.

Apa hubungannya antara microsoft dan inul? Ngga ada… namun sekilas dari status YM nya si pieprisa, gw bisa mengetahui kalo pieprisa ini barusan aja nonton infotainment.

Microsoft dengan produknya yang terakhir adalah Microsoft Windows Vista dengan berbagai variannya serta Microsoft Office 2008 dengan berbagai variannya emang sudah terkenal sekali. Ya… selain terkenal sebagai raksasa produsen software terkemuka… juga sebagai raksasa produsen software yang produknya paling sering di bajak.

Inul? berdasarkan kabar dari infotainment… mengatakan bahwa karaoke-nan nya Inul yang namanya Inul Vista… katanya dituntut oleh pengacara Andar Situmorang karena melakukan pembajakan dengan menggunakan mesin apa-gitu menggandakan lagu-lagu tanpa ijin.

Kesimpulan gw… mungkin pieprisa sebagai salah satu pemakai setia software bajakan sekaligus pengunjung setia karaoke-nan nya Inul melihat sebuah pesan tersirat dari kedua pihak itu… yaitu pihak yang satu (microsoft) adalah korban pembajakan dan pihak yang lain (inul) adalah pelaku pembanjakan… akhirnya mensinkronkannya menjadi “Microsoft Inul Vista”.

Sebenernya gw mau mbahas soal pembajakan, tapi ah sudahlah… palingan juga di blog-blog atau situs lain juga sudah sering di bahas… intinya pembajakan itu dilarang dan melanggar undang-undang hak cipta… motif utama pembajakan tidak lain tidak bukan adalah soal harga yang mahal ataupun daya beli yang rendah… cara ngatasinnya? Sebenernya sih gampang… kesadaran diri sendiri aja buat pake barang resmi…

Dan gw sendiri? Berbeda dengan pieprisa… gw terus terang dan jujur… ENGGA PAKE BARANG BAJAKAN… dan BUKAN PELANGGAN SETIA KARAOKE-NAN NYA INUL.

Salam super!
moga-moga ngga di tuntut ma pak Mario Teguh karena nyomot salamnya secara semena-mena… dan moga-moga rumah pieprisa ngga di satroni polisi juga…

DSC04672

Nyerah deh gw… setelah bersusah-susah payah mengoptimalisasi kembali Windows XP Home yang kapan hari itu ta install-in service pack 3 dari paltoy yang ngga oke itu… tak juga membuahkan hasil…

Boot yang biasanya kurang dari satu stengah menit, bisa jadi 3 menit lebih… emang sih untuk seukuran laptop dengan spek Centrino 1.6Ghz dengan RAM 256MB non-shared dengan nVidia GeForce Go FX5200 64MB itu… dengan menambah RAM menjadi 512MB atau lebih adalah solusi termurah yang pernah ada… namun sayangnya isi dompet tidak menganggap solusi itu termasuk logis…

Terpaksa… my way or the high way… may way nya udah dan gagal… skarang terpaksa high way nya… ambil DVD recovery toshiba m30… lalu restore image nya ke hardisk… tentu saja setelah memindahkan semua dokumen-dokumen penting termasuk foto-foto dan ehem… bokep (tapi sitik thok!)… ke server.

Jadinya seharian ini kerjanya cuman install/uninstall software, mindah-mindah data, dan tweak sana sini laptop…

Kesimpulan gw ternyata make SP3 bikin komputer/laptop (apalagi yang speknya serupa dengan ku) jadi berat… mungkin besok kalo isi dompet sudah menganggap beli tambahan ram adalah alasan logis… baru gw akan beli… dan baru gw akan instal SP3… sampe saat ini… cukup service pack 2 dan latest update dari windows update saja…