Dialog dengan Tuhan
September 8, 2009
Dari kemarin saya minta tanda terus sama Tuhan kalo Tuhan emang hadir untukku… dan emang sejak satu-dua minggu ini adalah hari-hari terberatku… sampe-sampe aku minta bukti kalo emang Tuhan itu ada di sampingku…
Dan tanda itu pun datang…
Tadi malam aku bermimpi… dan mimpi ini adalah yang pertama dari semua mimpi-mimpi yang ta mimpiin… yaitu… aku menerima komuni… aku ga tau kenapa aku mimpi itu… tapi yang pasti aku langsung terbangun dan teringat kalo aku pernah minta tanda dari Tuhan.
Jam menunjukan pukul stengah 5 kurang dan kudengar bapak dan ibu lagi siap-siap mau ke gereja pagi… dan ngga di nyana-nyana juga akhirnya aku juga ikut gereja pagi yang sama skali hampir ngga pernah ta lakuin.
Ya aku anggap… Tuhan sudah memberikan ku tanda itu… dan skarang tugasku untuk merespon tanda Tuhan…
Aku emang sengaja duduk terpisah dari orang tua… supaya kalo aku nangis ngga ketauan mereka… haha…
Aku pun mulai memejamkan mata dan tak terasa air mata ini pun akhirnya mengalir dengan derasnya… pelan dan nikmat aku bilang… “Tuhan aku udah pulang nih…”
Dan tiba-tiba terdengarlah suara. “Ya nak… Aku tau… masuk yuk… Aku udah nunggu kamu lama banget… masuklah nak… Aku rindu saat-saat kamu pulang…”
Air mata pun mulai menderas… dan dialog pun tercipta…
Aku pun mulai mengucapkan syukur… untuk semuanya… untuk kehidupan ku, kesehatan ku, pekerjaan ku, bahkan 3 tahun itu… aku pun mulai merasa engga pantas dihadapanNya… terlalu banyak yang Dia berikan pada ku dan rasa-rasanya baru kali ini aku mengucapkan syukur kepada Nya… terlalu banyak dosa yang aku buat… padahal dia tidak menyerah memberikan aku kesempatan untuk berubah.
Kurasakan belaian lembut di kepalaku… seolah-olah seorang anak yang sedang menangis di pangkuan ibunya Dia pun berkata… “Aku akan memaafkan mu asal kau berjanji untuk tidak mengulanginya lagi…”
“Tapi aku pasti akan mengulanginya… aku ngga mau janji… aku takut kalo tiwas janji malah keulang lagi…”
“Terulang lagi karna kamu tidak mengingat Ku… maka ingatlah Aku selalu di dalam pikiranmu… di dalam hati mu… niscaya Aku akan menjaga mu dari hal-hal seperti itu…”
“Tapi kalo terulang lagi?”
“Maka akan Aku maafkan untuk kedua, ketiga, keempat, kejutaan kalinya…”
Air mata ini semakin tidak terbendung lagi… kuambil waktu sejenak untuk menarik nafas panjang…
Aku pun mencoba berdoa yang diajarkan Tuhan sendiri… Bapa Kami… yang ada di surga… dimuliakanlah nama Mu… datanglah kerajaanmu jadilah kehendak Mu diatas bumi seperti di dalam sorga… berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami… seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami… dan janganlah masukan kami kedalam percobaan…
Belum selesai doa itu aku pun ketakutan… aku takut di masukan kedalam percobaan… cobaan yang lalu sudah cukup berat buat ku… sangat berat buatku… aku sangat takut terjatuh di jurang yang sama…
Tapi dengan iklas Dia memelukku… menenangkanku… sambil menggandeng tanganku… Dia berkata pelan… “Jangan takut… Aku ada disampingmu… berpegang teguh pada imanmu… berjalanlah dijalanKu… ikuti langkahKu… niscaya kamu tidak akan jatuh kedalam jurang…”
Aku sungguh-sungguh berderaian air mata… aku benar-benar merasa engga pantas… atas semua dosa-dosaku… Dia masih saja mau menjaga aku…
“Tuhan kanjeng mirsani kulo? “ Tanyaku…
“Masih nak… masih…”
“Paring mboten, kulo nyuwun peparingan?”
“Mintalah… semuanya akan Ku selesaikan…”
Tumpahlah semua persoalanku di bangku kayu itu…
Tolong bantu dia… dia sedang kesulitan…
Tolong beri kemudahan skripsinya…
Tolong beri dia rejeki yang cukup…
Tolong angkat kesedihannya…
Tolong jauhkan dia dari marabahaya…
Tolong jauhkan dia dari cobaan…
Tolong beri dia kesehatan…
Tolong beri dia keselamatan
Tolong untuk selalu ada bersamanya…
Sertai dia…
Bimbing dia…
Terangi dia…
Ampuni dosa-dosanya…
“Cuman itu nak?”
“…”
“Sebutkanlah nak… Aku adalah Tuhanmu… mintalah… kamu ingin dia kembali kan?”
“Enggak… tidak… Aku pengen dia bahagia… aku pengen dia tersenyum… bila dia harus melupakanku… asalkan bisa membuatnya bahagia… buatlah dia melupakanku…”
“Baiklah nak… akan Ku selesaikan semuanya…”
Semuanya diakhiri dengan komuni seperti didalam mimpiku…
Aku masih sedih sampai hari ini… tapi aku yakin Tuhan bersamaku… Dia selalu bersamaku… hanya aku saja yang tidak menyadarinya… dan akupun semakin rindu… rindu pada nya dan pada Nya…
Risalah Takdir…
September 7, 2009
Pasti tau lah apa itu takdir… kita juga sering mendengarkan artis-artis mengatakan kata “takdir”… dan kalo disuruh menjelaskan dengan kata-kata… terus terang saya engga tau bagaimana harus menjelaskan takdir itu secara harafiah… tapi saya tau maksud dari kata takdir itu seperti apa.
Menurut pandangan saya… manusia itu terbagi kedalam tiga kelompok… yaitu:
1. Tidak percaya akan takdir.
2. Hanya 50% percaya akan takdir.
3. Percaya akan takdir.
Mari kita bahas…
TIDAK PERCAYA AKAN TAKDIR.
Orang-orang seperti ini adalah tipe orang yang lebih realistis… sesuai dengan keadaan dimana mereka menganggap kebahagiaan tidak akan datang dengan sendirinya… harus melalui sebuah usaha… sehingga bila waktunya tiba maka kita akan memanen hasil jerih payah kita yang kita sebut dengan kebahagiaan.
Orang naik motor, ngebut, lantas nabrak ibuk-ibuk lagi nyebrang nuntun sepeda… lantas menyalahkan “ini takdir Tuhan”… bila anda berkata begitu kepada orang kelompok pertama ini maka anda hanya akan mendapatkan caci maki.
Bukan salah Tuhan yang menyebrangkan ibuk-ibuk itu ke tengah jalan… bukan salah Tuhan juga anda mengendarai motor dengan kencang… itu salah anda sendiri… bukan salah siapa-siapa… dan jangan menyalahkan Tuhan dong! Tuhan engga ada urusan dengan kejadian kayak gitu.
Itu salah mu sendiri!
Takdir hanyalah sebuah kalimat klise, kiyasan sebagai kambing hitam atas semua usaha kita yang gagal dan mengecewakan.
50% PERCAYA AKAN TAKDIR.
Orang-orang seperti ini adalah tipe orang yang biasanya adalah religius… dalam agama saya… katolik… dikenal dengan istilah “Bekerja dan Berdoa”… intinya adalah kurang lebih… kebahagiaan akan datang pada mereka yang mau berusaha dan bila Tuhan berkenan dengan segala usaha kita… maka kita pun akan beroleh kebahagiaan.
Menurut orang-orang kelompok kedua ini… di setiap langkah dan usaha kita pasti ada campur tangan Tuhan meskipun secara tidak langsung.
Bila kita ingin kaya maka kita harus bekerja… berusaha… maka kita pun mencari pekerjaan… lalu dimana campur tangan Tuhan yang kita sebut dengan “takdir” itu? Ada di dalam diri kita sendiri… Tuhan sudah memberikan kita akal budi, pikiran dan bakat… tinggal kita apakah bisa menyadarinya lantas memanfaatkannya dengan baik atau tidak?
Meskipun saya lulusan akuntansi… saya hobi dengan dunia IT… maka saya pun mengkombinasikan ke-ilmuan saya dengan hobi saya dengan pekerjaan saya yang sekarang sebagai IT untuk divisi Finance.
Saya berusaha untuk memanfaatkan dan mengembangkan “takdir” hobi saya di dunia IT dengan menambah ke-ilmuan saya di dunia selain IT (dalam hal ini Akuntansi) hingga saya bisa seperti sekarang ini…
PERCAYA AKAN TAKDIR.
Orang-orang seperti ini adalah tipe orang yang optimis… dimana apa yang terjadi pada dirinya sudah di gariskan dan dituliskan oleh Tuhan… seburuk apapun musibah yang menimpanya… sebaik apapun rezeki yang diterima… menurut orang-orang kelompok ke tiga ini adalah 100% pure kehendak Tuhan.
Banyak penjelasan-penjelasan yang tidak masuk akal yang bisa di terima oleh orang-orang kelompok ke tiga ini. Bencana alam… adalah hal-hal aneh yang mau di-usahakan sebagaimana pun caranya tetep tidak bisa di cegah… siapa cobak dari pembaca blog ini yang bisa mencegah dan menghentikan bencana alam? Kalo ada tolong beri tahu saya sebab saya sendiri saat ini sedang tertimpa bencana.
Bencana alam adalah salah satu contoh suratan takdir yang menurut kelompok ketiga adalah suatu hal yang membuat mereka yakin bahwa takdir itu ada dan sudah diatur oleh yang kuasa.
—
Masalahnya sekarang… anda masuk kelompok yang mana?
Saya pribadi terus terang bingung… saya engga tau dimana saya harus mengelompokan diri saya sendiri…
Suatu ketika saya bertemu dengan seseorang… gadis itu biasa saja… tidak cantik tidak jelek… tapi menarik… dan saya pun bertekat untuk menjadikan dia pendamping hidup saya… saya berusaha mati-matian untuk mendapatkan secuil perhatiannya… kalo katanya Dewi Sandra… “setengah matiku mengejar cintamu”… Sampai disini saya berada di kelompok pertama dimana saya yakin bila saya berusaha maka saya akan mendapatkannya…
Ketika saya berhasil mendapatkannya… senangnya minta ampun… serasa dunia milik kita berdua… saya pun bertekat untuk menjaganya, melindunginya sampai kapanpun… dengan bantuan doa kepada Tuhan… kita pun berhasil melewati 1 tahun, 2 tahun dan 3 tahun… segala usaha saya pun ternyata mendapat nilai “A” dari Tuhan dan hasil yang saya panen pun membuat saya bahagia. Sampai disini saya berada di kelompok kedua dimana saya berusaha untuk menjaganya dan dengan doa dan seizin Tuhan kita udah sukses melewati 3 tahun ini.
Setelah tahun ke 3… masalah pun mulai muncul… rumah impian di pinggir pantai yang kita bangun selama 3 tahun ini pun mulai lapuk… retak… dan akhirnya hancur… semuanya musnah… semua impian kita sirna begitu saja… aku pun jatuh kedalam kesedihan yang teramat sangat… aku yakin kau pun begitu… dan disini kita pun sudah tidak bisa apa-apa… bingung harus bagaimana… dan akhirnya kita pun menyerah kepada takdir Tuhan bahwa kita harus berpisah… sakit… menyedihkan tapi kita engga bisa apa-apa lagi… “kalau jodoh ngga bakal kemana…” cuman itu kata-kata yang bisa kita ucapkan… pasrah. Sampai disini akhirnya saya berada di kelompok ketiga dimana saya menyerah kepada takdir Tuhan dan berharap sepenuhnya kepadanya bahwa Tuhan sudah punya rencana lainnya yang lebih baik.
—
*ditulis untuk seorang temanku yang sangat berharga yang pernah mengisi hatiku.
Hancur part.2
Agustus 31, 2009
Dulu aku punya kucing kecil… warna kuning… kuberi nama cepi… kucing itu nakal dan makannya banyak… tapi nakal yang lucu dan menggemaskan… masih tersisa gumpalan sofa yang rusak akibat cakar-cakarannya si cepi… kucing itu kutemukan di pinggir jalan… karna kasian ta bawa pulang trus ta kasih makan trus jadi piaran rumah…
Suatu ketika… aku lalai menjaganya… dan mendapati ibu yang lari-lari ke kamar sambil teriak-teriak… karna aku bingung maka aku pun berlari keluar… dan mendapati kucing ku sekarat di lindas motor… semua kepala sudah berlinangan darah… namun masih hidup… sekarat… matanya sayu menatapku… seolah-olah ingin berkata… “Sat makasih ya hari-hari kita yang oke banget… sekarang aku mau pergi dulu… cepi pasti bakal merindukan kamu banget…” aku ta tega melihatnya… aku hanya masuk kamar dan menangis sejadi jadinya…
Beberapa tahun kemudian aku pun menemukan little cat yang baru dan juga sama imutnya… nakal… sering melawan perintah ku… maunya banyak… apalagi makannya… dan susah skali di atur… tapi aku tetep aja sayang padanya… seberapa banyak keonaran yang sudah di buatnya tetep aja dia milikku dan akan menjadi miliku seutuhnya… sudah 3,5 tahun kita lewati bersama… suka duka kita tanggung bersama… sudah banyak tangis, dan canda-tawa yang berbaur bersama…
Lagi-lagi aku lalai menjaganya… dan sekarang little cat itu telah pergi… dia tidak mati… hanya pergi… meninggalkan aku sendiri… aku ta sempat menatap matanya… aku ngga sanggup… aku hanya terpaku diam… kesepian… tidak ada lagi yang menemani hari-hari ku… tidak ada lagi seseorang yang bisa kupegang teguh supaya aku tetep berdiri tegar… aku cuman bisa menyendiri dan menangis… aku ta menginginkan little cat yang baru… akan kutunggu sampai kapanpun dia kembali… akan kutunggu… karna buatku… dia lah satu-satunya little cat ku…
Bila kau pergi simpanlah namaku… jauh di lubuk hatimu…
Bila kau kan kembali… masih terbuka hatiku untukmu….
Postingan yang terkait:
http://satrioaja.wordpress.com/2009/08/30/hancur-part-1/
Hancur part.1
Agustus 30, 2009
Setiap pagi sebelum aku menyalakan komputer di kantor… aku mencoba meluangkan waktu 2-3 menit untuk berdoa… sebenernya niatan ku berdoa lebih kepada karna sekedar ikut-ikutan saja teman kanan-kiri yang juga melakukan hal yang sama, juga karna ibu juga pesan begitu dari rumah, ato kalo pas emang situasi dan keadaan kantor emang lagi engga kondusif…
Kurang lebih begini doa nya…
Tuhan, makasih udah sampe kantor lagi… ini udah mulai kerja lagi… tolong doain saya semoga pekerjaan lancar, dijauhkan dari cobaan yang berat, diberikan rezeki yang cukup… tolong bantu Mas Ary juga semoga pekerjaannya dan segala usahanya di mudahkan… tolong doakan Risti, ibu, ayah dan hai… diberikan kesehatan, keselematan, kelancaran dalam bekerja dan rezeki yang cukup juga…
Hari ini telah kutemukan sebuah kenyataan yang menyakitkan… kenyataan yang sungguh-sungguh sangat ku tak inginkan… Mungkin karna Tuhan tau kalo aku berdoa dengan terpaksa, dengan tidak iklas, dengan tidak sungguh-sungguh sehingga cobaan yang menurutku super berat ini jatuh menimpaku sekaligus…
Hari ini sungguh berat buatku… aku udah ngga tau mau ngapain atau bagaimana… ini adalah keadaan dimana logika dan perasaan sudah bercampur menjadi satu dalam satu ember kesedihan dan kesakitan…
Yang bisa aku lakukan cuman nulis blog saja… Silahkan bilang saya cengeng, silahkan bilang saya gembeng, silahkan bilang saya cemen… seandainya kalian jadi aku… tak ada lagi yang bisa di lakukan selain menangis dan berdoa…
Menjadi Dewasa…
Juni 7, 2009
Sudah berapa orang yang bilang ke saya untuk bisa mengendalikan emosi…
Sudah berapa orang yang bilang ke saya untuk belajar dari pengalaman…
Sudah berapa orang yang bilang ke saya untuk mandiri…
Sudah berapa orang yang bilang ke saya untuk tidak mudah mengeluh…
Sudah berapa orang yang bilang ke saya untuk jadi pendengar yang baik…
…begitulah cara menjadi dewasa
Kata saya… itu BULLSHIT… Let me be me and you be you…
Haduh…
Mangapkan kalo saya mudah esmosi… karna esmoni emang enak rasanya… karna esmosi lebih enak daripada di simpan-simpan… mendingan kentut sekarang daripada nahan kentut yang malah bikin sakit perut dan toh ya bakalan kentut (dan mungkin lebih brutal, berbunyi nyaring dan bau) juga…
Mangapkan kalo saya kurang pintar belajar dari pengalaman… selain kemampuan belajar saya yang rendah (terbukti dengan IPK kurang dari 3)… jujur… banyak pengalaman yang ngga oke yang memang ingin saya lupakan…
Mangapkan kalo saya tidak mandiri… karena BNI lebih deket daripada mandiri… karena saya tau orang tua saya begitu sayang dan cinta sama saya dan tentunya saya di manja meskipun engga 100% di manja…
Mangapkan kalo saya mudah mengeluh… emangnya situ ngga pernah ngeluh? Saya bayari makan bakso kalo ada yang bilang “SAYA NGGA PERNAH NGELUH SEUMUR HIUDPKU”… bahkan saya yakin… baca postingan ini aja kalian pasti ngeluh…
Mangapkan kalo saya bukan pendengar yang baik… selama saya punya mulut pasti saya akan mengomentari keluhan mu… dan komentar-komentarku itu sakit adanya… coba ngeluh sama panci atau kompor aja yang ngga punya mulut….
Biarkanlah saya menjadi anak kecil… childish… karena saya ngga mau jadi dewasa karena orang meminta saya untuk menjadi dewasa…

