DATAPRINT: Solusi Murah Refill Tinta…
Januari 13, 2009
Sebenernya gw adalah salah satu konsumennya VENETA untuk me-refill cartridge Tinta HP 27 untuk HP Deskjet 3535 ku yang seharga 30rebu…
Sebenernya gw juga adalah salah satu konsumennya DATA-PRINT… beli 20rebu di Jaya Mandiri… toko komputer terdekat di depan sarinah banyumanik… lalu refill sendiri… cuman berhubung gw males repot, males blepotan juga terutama… makanya jadi sering lari ke VENETA di tembalang…
Namun akhir-akhir ini selain cuaca disini ngga mendukung… sering ujan… juga masalah duit yang selalu jadi alasan utama… akhirnya gw dengan berat hati balik lagi ke cinta lama… pake refill “do-it-yourself”… tinta DATA PRINT…
Untuk me-refill tinta ya gw rasa cukup mudah… ada petunjuk di blakang kerdusnya… kalo perlu buka aja videonya di YouTube… ini linknya: http://www.youtube.com/user/timsecretfinder
Yang gw cukup kaget aja dan heran… stau ku tinta HP-27 itu kapasitasnya itu 10ml… la ini kok bisa sampe ngabisin satu suntikan penuh ya? Padahal satu suntikan itu kapasitas nya 20ml… entah ini meteran di suntikannya yang salah apa emang cartridge HP-27 itu sebenernya emang 20ml… yang saya takutkan justru kalo cartridge saya bocor ato kenapa-kenapa… ah semoga cartridge saya baik-baik saja… mengingat cartridge ini ngga pernah ganti sejak pembelian HP Deskjet 3535 7-8 tahun yang lalu… dan harga cartridge HP 27 itu ngga murah…
Ah terlepas dari meteran-meteran mana yang salah… yang penting DATAPRINT menurutku solusi murah refill tinta… hanya dengan harga 20rebu dapet 2 tabung suntik dengan total 40ml… artinya bisa dua-kali ngisi cartridge… bandingkan dengan ngisi di VENETA… 30ribu cuman buat skali ngisi… tapi ya sebaliknya… kita ngga perlu repot dan takut belepotan tinta…
Tik-chan pun sempet tak tawarin buat disuntik tinta HP-60 nya yang sempat membuat skandal itu… tapi ya liat besok deh dia beneran mau apa nda… tapi biasanya mau… apalagi kalo iming-imingnya ada berbau-bau uang…
Jadi apakah anda pengguna DATAPRINT juga?
Kapasitas Tinta Cartridge HP Deskjet D2566…
Januari 10, 2009
Tiba-tiba kmaren Tik-chan telpon dan ngomel-ngomel kalo katanya tinta printer kebanggaan ku baru di pake nyetak total kira-kira 50-60 halaman kok udah abis tinta nya? Tik-chan pun ngga keterima, menyesal dan pengen balik ke Canon…
Gw tentu saja sebagai pengguna merek Hewlet Packard (HP) sedari dulu engga terima… emang gw akui printer-printer HP itu lebih boros daripada Canon tapi engga seboros ini… masak baru di pake ngeprint kira-kira 50-60 halaman tiba-tiba tinta habis? Maka gw layangkan lah sebuah e-mail ke hp.com yang intinya menanyakan berapa kapasitas sebenernya tinta HP-60 yang dibawa paketan dari HP Deskjet D2566 ini…
Balasan dari pihak HP ternyata cukup jelas namun cukup menohok hati… kira-kira kurang lebih inti dari e-mail mereka adalah bahwa tinta yang ada di paketan HP Deskjet D2566 saat pertama kali pembelian adalah tinta “perkenalan” yang tugasnya adalah… ah lupa gw… baca aja ndiri dibawah nyoh.. intinya kitTik-chan di haruskan beli cartridge baru lagi supaya bisa nyetak dengan kapasitas yang lebih gede…
Dear Satrio,
Thank you for contacting HP Customer Care.
Satrio,
I understand from your e-mail that after printing about 60-70 pages
with your HP Deskjet D2560 Printer, the print cartridge ran out of ink
whether the cartridge is supposed to print 100 pages approximately.Satrio, I understand the importance of the matter and look forward to provide you the appropriate information regarding this.
I would like to inform you that the ink cartridges
included in the box are used to set up the printer. This type of ink
cartridge is called a “host” cartridge or “introductory” cartridges.
Introductory cartridges come with the printer and carry special ink
formulations intended for printer initialization. During
initialization, inks in the introductory cartridges mix with inks in
the printer to create a normal ink formulation. So, it will print less
amount of pages compare to trade cartridges. So, I request you to buy a
new set of cartridges (This type of ink cartridge is called a “trade”
cartridge) and check the page yield (the total number of pages that you
can print with a given ink cartridge).
Cartridge bawaan printer ini adalah tipe HP CC639W… bisa dilihat dari stiker yang menempel diatas cartridge ini… dan setelah gw baca-baca ini ada kalimat yang bunyinya gini:
No. 60 cartridges tinta hitam acak CC639W … … model untuk jumlah lembar dapat mencetak sekitar 80 …與市售版型號CC640W不同…市售版最高可列印張數約為200頁… Komersial dengan versi model yang berbeda … CC640W pasar versi maksimum jumlah lembar untuk mencetak sekitar 200 …
Jadi tinta HP-60 dengan nomor seri CC639W adalah cartridge perkenalan yang emang cuman punya kapasitas 80 kali nyetak dan kita harus beli lagi cartridge HP-60 dengan nomor seri CC640W supaya bisa nyetak dengan kapasitas sekitar 200 lembar…
Sebuah tehnik penjualan yang bagus dari HP sekaligus merugikan masyarakat terutama Tik-chan… karena HP sadar… printernya emang sangat mantap buat suntik-menyuntik dan refill tinta… dan bila saat membeli printer di paketkan dengan cartridge berkapasitas gede maka masyarakat dan Tik-chan saat tinta habis maka tentu saja akan memilih untuk me-refillnya daripada beli cartridge baru… sehingga hal ini dapat membuat penurunan pendapatan pada penjualan cartridge printernya…
Maka dibuatlah sebuah konsep agar kapasitas cartridge tinta printer HP saat pertama kali beli dengan kapasitas kecil (mungkin sekitar 2-3ml)… dengan begitu tentu Tik-chan akan merasa rugi bila mengeluarkan uang 15ribu sampai 20ribu untuk refill di Veneta dengan kapasitas cartridge yang hanya bisa nyetak 50 kali… sangat berbeda tentunya dengan mengeluarkan uang 30ribu sampai 40ribu untuk refill di veneta dengan kapasitas cartridge yang bisa nyetak 200 kali (seperti cartridge pada HP Deskjet 3535)… sehingga Tik-chan “dipaksa” untuk membeli lagi cartridge baru yang berkapasitas lebih besar (yang bernomor seri CC640W) dulu kalau ngga mau rugi bila di pakai untuk refill tinta…
Gw nda tau apakah printer lain seperti ini apa ngga’?
Belinya HP Deskjet 2566!
Desember 7, 2008
Menyambung dari postingan ini, setelah malam kmaren Tik-chan sukses ngompasin mama nya sejumlah duit untuk membeli printer… niat untuk membeli printer itu pun akhirnya bisa dilaksanakan tadi malam.
Setelah puas mencari mesin ATM yang bisa memuntahkan uang… perburuan printer pun dimulai… dari stand ini ke stand itu… harga pun bervariasi… ada yang nawarin Canon PIXMA iP 1980 seharga 625ribu, 590ribu, 575ribu dan yang paling murah ada di standnya Jaya Mandiri… sebuah toko komputer yang masih tetangga’an dengan rumah sendiri… seharga 570ribu.
Tik-chan sekeluarga adalah penganut paham CANON-isme dalam memilih printer… CANON adalah satu-satunya merek printer yang ada dalam kamus-kosakata-perprinteran keluarganya, bahkan ketika printer HP Deskjet pertama, seri apa-gitu milik mama nya ngadat… langsung satu rumah mencerca HP sebagai printer produk gagal… dan sempat membanding-bandingkan dengan printer Canon BJC-1000SP mangkrak milik Tik-chan yang sejak SMP sampai detik-detik terakhirnya sebelum beralih menggunakan tinta refill pertamanya masih bisa melaksanakan tugasnya dengan prima.
Namun niat Tik-chan untuk memborong Canon PIXMA iP 1980 sedikit terganggu oleh HP Deskjet 2566 yang harganya jauh lebih murah… yakni seharga 495ribu… meskipun harga cartridge PG-830 milik Canon PIXMA iP 1980 harganya $15, lebih hemat $1 daripada harga cartridge HP-60 milik HP Deskjet 2566 yang seharga $16… (UPDATE: Harga cartridge HP-60 C640WA emang lebih murah daripada harga cartridge PG-830, tapi kapasitas tinta PG-830 11ml… 2 kali lebih banyak daripada HP-60 C640WA yang cuman 5ml) namun untuk harga printernya… selisihnya pun cukup lumayan… 75ribu… ato sekitar $6.
Pertentangan batin pun timbul… antara mempertahankan paham keluarga… ato berniat untuk murtad ke merk yang lebih menjanjikan… mengingat selisih harga yang lumayan itu bisa untuk beli flashdisk PQI U172P 4GB yang sempet Tik-chan lirik di stand CV Naviri.
Yah sekelumit pertentangan itu pun berakhir di HP Deskjet 2566 karena sugesti dari pengalaman gw dan mas-mas stand Jaya Mandiri… bahwa “CANON kurang tahan banting kalo pake tinta refill, sebaliknya HP meskipun lebih boros dan lebih lambat dalam mencetak daripada CANON tapi lebih awet untuk penggunaan tinta refill”…
Emang sedari awal tampaknya Tik-chan lebih tertarik menggunakan tinta refill ketimbang tinta orisinal dengan alasan penghematan biaya dan tumpukan cartridge kosong bisa menimbulkan global warming… untuk tinta refill veneta pun isi ulang cartridge HP-60 lebih murah daripada isi ulang cartridge PG-830 yang masing-masing di bandrol seharga 15rebu dan 25rebu… perbedaan yang cukup lumayan kan… meskipun ngga semua dinilai dengan duit tapi untuk kebutuhan cetak-mencetak hemat pangkal kaya dan printer HP Deskjet 2566 lah jawaban atas permasalahannya…
Ah… selamat buat Tik-chan… akhirnya anda sudah bergabung dengan keluarga gw… pengguna printer HP…
Ma beli’in printer…
Desember 5, 2008
Tiba-tiba saja Tik-chan mengajak ku nonton pameran komputer di Java Mall… emang awalnya Tik-chan ingin beli flashdisk yang 4giga untuk menggantikan flashdisk a-data 1giganya yang hilang itu… namun segera berubah menjadi pengen beli printer ketika melihat tumpukan dos-dos printer yang sedang di pajang.
Memang yang dibutuhkan Tik-chan sebenernya adalah sebuah printer, mengingat Canon BJC-1000SP nya yang sudah mangkrak tak berguna di bawah meja itu… sementara aktivitas Tik-chan saat ini adalah skripsi dan bikin tugas… dimana printer adalah menjadi menu utama demi kelancaran aktivitas tersebut.
Mangkraknya Canon BJC-1000SP tersebut dikarenakan Tik-chan yang menggunakan tinta suntik/refill… hal ini tentu saja sekaligus membuktikan teori gw mengenai printer Canon (meskipun ngga semua) rata-rata susah di ajak kompromi bila menggunakan tinta refill… Sudah begitu, mengingat usia dari printer ini yang sudah uzur… menyebabkan masalah pada motor penggerak kertasnya yang menolak “melahap” tumpukan kertas dari baki penampung kertasnya.
Sementara gw sendiri di rumah, tiga printer semuanya menggunakan merek HP… mulai dari printer inkjet pertamaku HP Deskjet 3535 yang kubeli tahun 2002, kemudian ada HP Deksjet 3740 yang kubeli sekitar tahun 2004, dan HP PSC-1310 yang merupakan bonus saat membeli laptop Compaq Presario V2300 sekitar tahun 2005… kesemua tintanya adalah refill di veneta system… hingga detik ini… belom pernah satupun jebol cartridge nya…
Yah intinya dari hasil muter-muter di pameran dan survey-survey harga, untuk saat ini ada dua kandidat merk printer… Canon PIXMA iP 1980 dan HP Deskjet 2566 yang keduanya range harganya antara 500-600ribu…
Sebenernya ada merk laen seperti Epson dan Lexmark… cuman karena gw belom pernah punya pengalaman pake Epson (kecuali Epson LX-800 dan Epson LX-300) dan gw punya pengalaman buruk pakai Lexmark… jadi gw ga bisa kasih komentar banyak… sementara gw lebih sering ber-urusan dengan printer-printer baik milik pribadi, tetangga ataupun teman yang bermerk Canon dan HP, jadi kedua merk ini lah yang pertama kali tercetus di benak gw.
Ah eniwei kenapa Canon dan HP lah yang gw pilihin? Ada beberapa pertimbangan… Meskipun tinta PG-830 black bawaan printer Canon PIXMA iP 1980 dan tinta HP-60 black bawaan HP Deskjet 2566 sama-sama berkapasitas 5ml… (UPDATE: PG-830 kapasitasnya 11ml sedangkan HP-60 C640WA kapasitasnya 5ml) namun Canon-lah terkenal sebagai printer irit… (UPDATE: jelas aja irit… la tangki tintanya aja gede…) cuman sayangnya beberapa printer Canon kurang cocok soal-menyoal refill tinta yang kadang-kadang print-head yang mampet atau harus menggunakan resetter printer yang entah apakah Tik-chan mudeng apa ngga caranya… Sebaliknya HP justru terkenal dengan printer yang tahan banting pake tinta refill… sudah gitu ngga perlu pake acara reset-resetan lagi… cuman ya… untuk soal-meyoal boros… HP sedikit lebih boros daripada Canon.
Masalah clogging sebenernya adalah hal yang biasa dalam penggunaan tinta refill dan dapat diatasi dengan sedikit usaha… dan meskipun dari kesemua minus printer HP dan Canon yang pernah gw rasakan, tentunya segi plus dari dua merk ini patut diperhitungkan dan akan sangat bermanfaat buat Tik-chan dalam menyelesaikan aktivitasnya… masalahnya sekarang… mana yang lebih utama? Printer irit tapi ngga klop sama tinta refill, atau printer boros namun match sama tinta refill?
Any suggestion?
Clogged Cartridge!
Juni 28, 2008
Pada suatu ketika…
Toetik:”Mas ayank… printer adek ngadat ni… engga bisa ngeprint… kalo ngeprint gitu ntar kayak ada garisnya…”
Tarsio:”Oh… itu namanya ketrit nya mampet… mau ngeprint banyak?”
Toetik:”Iya… lumayan sih skitar 30 lembar…”
Tarsio:”Yawda… main sini tho… skalian ngeprint…”
Toetik:”Uughh… mas ayank baik deeeeeh!”
sampe ditempat tarsio…
Tarsio:”Udah? Cuman segini aja yang mau di print?”
Toetik:”Hu uh…”
*cetut* pencet tombol “Print” di OpenOffice.org 2.4… *jegkrek jegkrek* printer HP 3535 langsung beraksi… *ngiiiing crut crut* kertas hasil prin-prin-nan-e kecret neng lante…
Tarsio:”LUOOOH!?!? KOK TINTA NE ORAK METU?”
ternyata printer kita sama-sama mampet…
Ngga mau kan kejadian kayak diatas? Baru aja beberapa minggu yang lalu abis di refill… tiba-tiba kok ngga mau keluar tinta nya?
Itu namanya clogged cartridge ato variasi bahasa lainnya cartridge clogging, tinta mampet, ketrit mampet, ketrite mboten ngecret tintane, ora metu tinta ne, dll tergantung dimana anda tinggal…
Penyebabnya biasanya karena penggunaan tinta refill (veneta atau dataprint), tinta ga resmi (tinta cina atau tinta bolpoin parker), tinta ga asli (tinta cumi-cumi)… mengapa begitu? Karena kekentalan tinta refill sama tinta asli berbeda… kalo terlalu kental ntar mampet… kalo terlalu encer nanti mblobor hasi cetakannya… tau mblobor kan?
Jadi ngga boleh ya pake tinta refill? Oh bole-bole aja… asal ya itu tadi… siap dengan resiko nya… ketrit bisa ngga ngecret… lagian kalo beli cartridge baru kan mahalnya mintak ampun… sebagai patokan… tarsio beli cartridge HP 27 Black resmi harganya skitar 150rebu-an… padahal kalo refill… ya tergantung refill dimana dulu… kalo di veneta system sekitar 30rebu… kalo ngisi sendiri beli data print 20rebu dapet 2 tabung bisa dua kali ngisi tapi belepotan… jauh banget kan selisihnya?
Bagaimana dengan tinta ga resmi ato tinta ga asli? Maksutnya seperti pake tinta cina ato tinta cumi-cumi? Bole-bole aja… kalo bisa makenya tentunya…
La gimana cara mengatasi tinta mampet? Mudah… perhatikan gambar di bawah ini:
Hasil cetak ngga prima, ada garis-garisnya dan ngga jelas… udah pasti ini namanya cartridge clogging.
Ambil lepek, ato wadah laennya juga boleh… yang kecil aja… tapi kalo mau pake meber bole-bole aja… bahkan sangat disarankan bila jumlah ketrit mampet lebih dari 50 buah… Jangan lupa juga termos isi aer anget… bukan aer panas ya… anget aja… sebab kalo aer panas eman-eman… mendingan di pake buat bikin kopi ato teh…
Tuangkan aer anget ke lepek sebanyak kira-kira… ngga banyak-banyak… secukupnya aja… seperti di gambar 3. Bila anda ngga punya aer anget, bisa minta tetangga atau warung depan rumah, kalo masih ngga ada juga silahkan menanaknya sendiri… aer kencing bisa sebagai pengganti aer anget… mengingat aer kencing… kadang-kadang anget juga…
Siapkan si ketrit mampet tadi…
Celupkan bagian bawah (print head) yang mampet ke aer anget tadi… di celupin selama 3 menit aja…
Lalu angkat ketrit nya… dan tampaklah hitam-hitamg di lepek tanda tinta yang mampet menyumbat print head tadi udah cair… Bila anda haus… silahkan saja aer itu diminum… itu pun kalo anda udah gila…
Lap dengan tissue kering sperti pada gambar 7, untuk membersihkan sisa tinta yang mampet… jangan pakai tissue basah… atau tissue yang ada wewangiannya… selain ngga ada efek tambahan juga eman-eman mendingan dikasihkan saya aja.
Pasang lagi di printer anda… dan sebelum di print test page… sangat disarankan selain diawali dengan doa juga menyiapkan sejumlah duit… just in case trik ini berhasil atau tidak… bila ngga berhasil anda bisa beli cartridge baru… bila berhasil… tolong duitnya di kasihkan saya… hahaha!
Voilaa… printer mampet engga lagi mampet…
Bole-bole aja pake tinta refill… tapi yang perlu di inget adalah sering-sering di pake nyetak… sebab kalo kelamaan di biarkan akan membuat tinta mampet…

