Nyomot berita dari sini soal Indonesia sebagai negara yang paling murah senyum dan paling murah menyapa…
Yo mesti paling murah senyum dan paling murah nyapa… la wong… orang Indonesia itu murah senyum dan murah nyapa itu karena ada maunya… ngga percaya? Coba perhatikan pengalaman gw…
Pak polisi yang nyemprit aku gara-gara ngga pake helem di daerah perumahaan Setia Budi… memberikan hormat grak dan mendadak senyum sumringah karena mendapatkan mangsa bloon yang kejebak dengan aturan semena-mena yang dibuatnya… Seandainya waktu itu aku ngajak berdamai tentunya senyum pak polisi akan semakin sumringah… tapi ENGGA! Gw engga ngajak damai… gw ngajak ribut… apa yang terjadi? Senyum pak polisi mendadak pudar… semua keramah tamahannya hilang musnah ditelan kekeciwaan yang mentah-mentah gw muntahkan ke mukanya… “LA WONG INI JALAN KAMPUNG DAN RUMAH KU CUMAN DISITU KOK! LAGIAN ATURAN DARI MANA BAPAK SE’ENAK JIDAT BAPAK MENGADAKAN SWEEPING TEPAT DI GANG MASUK PERUMAHAN!?”
Itu baru pengalaman pertama… pengalaman laennya? Perhatikan baek-baek… karena tagihan kartu kredit yang salah dan di teror debt collector yang juga salah alamat dan nomor telepon maka saya pun membawa diri saya bersama semua esmosi dalam hati dan ubun-ubun ke sebuah Bank terkemuka… saya pun bertemu dengan seorang Customer Service (CS) yang cukup kece dan manis menyambut saya… “Selamat pagi bapak, ada yang bisa saya bantu…”… salam hangat dan senyum manis itu pun berubah petaka ketika saya semprot dia habis-habisan… dan akhirnya saya menjadi bahan pembicaraan diantara sesama CS ketika istirahat makan siang mereka… ya saya tau kok… la wong yang ngasih tau saya juga temen saya yang kerjanya jadi CS disitu…
See my point? Senyuman dan sapaan yang katanya berita kompas itu menempatkan Indonesia sebagai peringkat teratas bisa saja hanyalah bulsyit semata… seandainya bisa di lakukan audit atas senyuman dan sapaan tersebut maka pendapat auditor mungkin jelas “TIDAK WAJAR”…
Padahal kata orang, berbagi senyuman adalah berbagi kebahagiaan… adalagi yang bilang senyum (ato tertawa ya?) obat awet muda… mungkin kedengeran engga mecing sama judulnya… “Senyum Itu Mahal Kawan”… tapi itu tergantung dari mana sudut pandang melihat judul tersebut…
Sebagai orang yang pemurung, bahkan disaat-saat kebahagiaannya-tetap saja tidak mensyukurinya atau yang hari-harinya isinya hanya keluhan dan keluhan saja… tentu saja bakal menganggap sebuah senyuman adalah sangat sulit untuk di lakukan sehingga terkesan “mahal” harganya… Beda dengan orang yang murah senyum, yang setiap hari di jalaninya dengan suka cita… senyuman memang mahal baginya… apanya yang mahal? Nilai dari senyuman itu lah yang mahal… sangat berharga… sehingga dia ingin berbagi sesuatu yang bernilai mahal harganya dengan orang laen agar orang laen juga bisa ngerasain apa yang dia rasain…
Gw sendiri pun jelas-jelas akan mengakui kalo berat rasanya memberikan sapaan ataupun senyuman kepada orang-orang yang engga gw sukai… atau bahkan gw benci… tapi lebih baik gw jujur tidak memberikan senyuman atau sapaan sama skali daripada munafik pura-pura memberikannya…
Ah sungguh ajaib senyuman ini… melihat Tik-chan tersenyum pun bisa membuatku tersenyum… padahal yo bisa saja saat itu disepanjang jalan ambarawa-jogja bis nya ngga ketemu sama yang namanya toilet… mungkin karena senyuman yang tulus dapat menulari semua orang yang bermuram durja sehingga terdapat secercah kebahagiaan yang terlintas di raut mukanya.
Senyuman tidaklah menjadi suatu barang yang mahal bila kita iklas dan tulus berbagi… Postingan ini juga sekaligus untuk mendukung program SMILE WITH LOENPIA.NET 2009…
Salam Zuper! *Mario Teguh abal-abal*