Siapa yang tidak kenal benda yang satu ini? Benda ini sangat disukai oleh setiap orang bahkan para pasangan muda dan yang sudah berkeluarga… karena bentuknya, warnanya, mereknya dan mungkin bila anda cukup gila untuk menjilatnya maka anda akan mendapatkan beraneka-ragam rasa. Bukan saja sangat disukai… benda ini merupakan menu wajib bagi mereka yang sering melakukan aktivitas-aktivitas berbahaya atau bahkan yang terlarang yang sangat memacu adrenalin, yang bikin deg-deg-an namun dapat mendatangkan kepuasan mengingat fungsi utama dari benda ini adalah sebagai pengaman!
Nggak jarang orang menganggap benda ini sepele, menganggap remeh, “ah ngapain pake helem?”… tapi nanti kalo udah ketanggor baru menyesal seumur hidup. Bukan itu saja, kadang orang juga tidak care dengan benda yang satu ini sehingga helm yang sudah rusak, usang atau tak layak pakai lagi… eh ya masih aja tuh di pakai… mungkin dengan alasan “lebih hemat” atao cenderung “pelit” atao bahkan engga peduli sehingga tidak mau menggantinya dengan yang baru… padahal yo harga helm itu ya engga mahal-mahal byanget… apalagi kalo ditinjau dari fungsinya sebagai pengaman!
Apa yang mau gw tekankan disini adalah, bukan masalah sarana-atau-prasarana-nyalah yang sering membuat kita sebagai masyarakat menjadi korban dari musibah, tapi kesadaran kita untuk care terhadap keselamatan diri kita sendiri yang ngga ada. Bahkan ketidakpekaan kita terhadap keselamatan diri kita sendiri juga bisa membawa korban dari orang lain juga… Jangan karena kita ogah pake helm lantas menimbulkan musibah bagi orang lain… ato bahkan kita sampe menyalahkan si helm rusak itu.
Anak orang jatuh dari lante 3 gara-gara di tinggal ibuknya liat obralan… sapa yang salah? Mall ngga nyiapin jaring, obralannya ato ibuknya?
Situ gintung jebol gara-gara ujan terus… sapa yang salah? Ujannya, temboknya ato masarakat/pemerintahnya yang ngga kontrol temboknya?
Kapal tenggelam gara-gara kelebihan muatan… sapa yang salah? Kapalnya, nahkodanya, ato orangnya yang masih nekat naek kapal tapi muatan udah overload?
Truk ngguling di jalanan gara-gara rem blong… sapa yang salah? Jalannya, truknya, remnnya, ato sopirnya yang ngga ngecek remnya masih berfungsi atau ngga’?
JADI…? MAU PAKE HELM APA NGGA’? HAH HAH?!
April 26th, 2009 at 12:58 pm
rancu neh, public safety-nya ga dapet..
April 27th, 2009 at 7:41 pm
[...] satrio…http://satrioaja.wordpress.com/2009/04/26/helm-itu-penting-kawan/ [...]
April 27th, 2009 at 11:33 pm
[...] 11. Bunsal 12. fahmi – http://fahmi.sinau.org/2009/04/26/penyebrangan-jalan/ 13. satrio – http://satrioaja.wordpress.com/2009/04/26/helm-itu-penting-kawan/ 14. Ikankoi – ikut meramaikan aja (posting senin sblm jam 24.00) 15. Mimin [...]
Mei 2nd, 2009 at 9:00 am
ini maksudnya helm yang mana sat?
Mei 8th, 2009 at 12:54 pm
bah yang udah pake helm aja biasanya palanya tetep remuk apalagi yang gak pakek