Cinta? Sayang? Bedanya?

Apa sih cinta itu? La apa bedanya cinta dengan sayang? Kayaknya udah banyak yang sering nanyain kayak gini… ampe bosen malahan! Sebenernya gw ga ada niat mau ngangkat topik ini… cuman tadi sempet maen-maen ke blognya Endah trus nemu postingan ‘Cinta Apaan Seeh?‘ yang katanya kalo menurut Endah ini… cinta level nya lebih tinggi daripada sayang… namun gw kurang setuju aja.

Menurut gw… ‘cinta’ itu terlalu berlebihan… sangat susah untuk mengungkapkan esensi cinta itu sendiri… bahkan kata ‘cinta’ itu sendiri seakan-akan tersirat sebuah arti ‘ingin memiliki’ dimana seseorang jelas akan menonjolkan egonya… ngga percaya? Coba deh katakan pada pacarmu… “Aku mencintai mu…” lalu bila seandainya pacarmu mengatakan… “kalo begitu… buktikan” bagaimana anda akan membuktikannya? Dengan cokelat, bunga dan kata-kata? Gombal… percayalah… Dulu gw sering mengatakan “Toetik… tarsio mencintaimu…” tapi apa yang gw peroleh? Muka pringisan dengan sedikit mencibir terlontarlah kalimat… “Mas gombal ah” … begitu katanya… tak jarang disertai cubitan, itik-itikan atau tendangan… bahkan setiap kali kita telpon-telponan… toetik selalu bercanda dengan mengatakan… “Mas, gombalan hari ini mana?” Hehehehe…

Kata ‘cinta’ itu sendiri tak jarang di jadikan kalimat manipulasi untuk ‘memiliki’ seseorang seutuhnya. Mungkin ada yang pernah denger seorang pria berkata ‘Sex itu cinta… dan cinta itu sex’? Yap… tarsio udah beberapa kali denger kalimat seperti itu… bahkan dari beberapa temen tarsio sendiri. Bagaimana dengan toetik? Ga usah ditanya lagi… sebagai mahasiswi psikologi… bahkan tag line ‘Sex itu cinta dan cinta itu sex’ udah menjadi hal yang biasa bahkan bisa dijadikan bahan kuliah atau seminar. Apa maksudnya? Begini… beberapa pria (buaya)… bahkan memanfaatkan kalimat ‘aku mencintai mu’ untuk mendapatkan lebih dari sekedar perhatian dari pasangannya… “Honey baby, aku mencintai mu… apakah kamu mencintai ku juga?” … “Oh tentu saja” jawab si wanita… “Kalo gitu maukah kamu ML (Making love, bercinta, ngeseks) dengan ku untuk membuktikan cintamu?” … ah bulsyit!

Hal lainya yang tidak berkaitan dengan seks misalnya adalah bentuk perhatian yang berlebihan, over-protectif (bener ga sih tulisannya?), posesif atau bahkan cemburu. Tak jarang ada orang yang kehilangan akal sehatnya karna di mabuk cinta sampe tega membakar mantan pacarnya, bahkan hanya karna cintanya di tolak seorang anak kecil 14 tahun membunuh dan memperkosa seorang gadis di bogor.

Mungkin pernah denger kalimat lainnya seperti “Aku mencintaimu jadi kau adalah milikku dan milikku seutuhnya” wah… egois sekali? Inget dong… dia bukan milikmu… mungkin emang milikmu… tapi bukan seutuhnya… mungkin hanya secuil bagian dari ujung rambutnya, kukunya, telapak tangannya atau pipi kirinya saja… Sisanya? Milik orang tuanya, milik teman-temannya, sodaranya, kakak-adik, eyang, dan terutama porsi yang terbesar tentu saja punya Tuhan. “Cinta tak harus memiliki”… namun pada prakteknya… apakah semudahmengucapkan kalimat tersebut? Ngga kan? Ujung-ujungnya ntar sama seperti yang toetik bilang… “Mas gombal…”, “Aku mencintanya namun aku tak harus memilikinya… tapi kalo bisa… dia juga ga jadi miliknya orang lain… tapi kalo buat ortunya ya bolehlah” mungkin itu kalimat yang tepat sewaktu prakteknya ya? Huhuhuhu…

Berbeda dengan ‘sayang’… kata ‘sayang’ itu sendiri lebih mudah untuk diungkapkan… kata ‘sayang’ itu sendiri lebih kepada mengungkapkan rasa kasih sayang dan perhatian… Suatu ketika… jam sudah menunjukan pukul 8 malam, kuliah terakhir toetik adalah pukul setengah 4 sore namun toetik belom kunjung pulang kerumah nya… mencoba menelponnya namun tak diangkat… belasan kali menelpon pun tak membawa hasil… selang 15 menit lalu toetik pun menelpon… apa reaksi pertama ku? KU MARAHI DIA HABIS-HABISAN SAMPE NANGIS… mengapa? Karena aku khawatir, cemas, sampe pikiran entah kemana-mana… aku takut kalau terjadi apa-apa padanya.

Bila kau menyayanginya, kau akan menjaganya… ngga mungkin seorang pria yang menyayangi seorang wanita tega mengajaknya bercinta, memperkosanya, membunuhnya atau membakarnya. Bila kau menyayanginya, kau tidak menutup kemungkinan memberikan kesempatan orang lain untuk menyayanginya juga… mungkin ada sedikit perbedaan kadar sayangnya. Tarsio sayang toetik, tentu saja sayangnya tarsio ga bisa ngalahain sayangnya simbahnya, papahnya, mamahnya, tantenya toetik ke toetik dong? Tapi setidaknya tarsio masih ada porsi persenan sayang buat toetik kan?

Skarang gw sering mengatakan “Toetik, mas sayang ama toetik…” dan sebagai kembaliannya… tak jarang toetik memeluk ku dari blakang, menyandarkan kepalanya di punggungku dan mengatakan “Mmh… mas ga mau pulang… maunya ama mas terus” (Ini sewaktu dijalan naek motor nganterin toetik pulang sehabis malem mingguan) atau “Mas… adek kangen” … (Ini biasanya besoknya atau dua-tiga hari setelahnya, bisa lewat sms atau telepon)… percayalah… dalam hatiku aku juga ingin mengatakan yang sama… berat rasanya berpisah setelah mengantarmu pulang malam mingguan… rindu rasanya menantikan malam minggu berikutnya…

Jadi menurutku… sayang lebih tinggi levelnya dari pada cinta… dan sampai saat ini akupun masih belajar untuk menyayanginya… sebab tak jarang, kadang aku pun masih memilih mencintainya daripada menyayanginya…

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s